Saturday, April 26, 2014

PENTINGNYA SHALAT DIAWAL WAKTU…

Dipanggil ama bos, investor, majikan, calon mertua, kepsek, kadiv, direksi…
Wuaaaahhh… Swettt.. Cepet banget… Reaktif… Dan ridho ninggalin apapun…

Dipanggil sama Allah? Untuk shalat di awal waktu? Berjamaah? Di masjid?

Yah.. merenung sendiri….


Sebelum sama Allah dibuat ga’ bisa nengok kanan kiri, lumpuh total, ada nyamuk ngegigit, ga bisa ngusir, ngegaruk… Sampe keluar air mata sendiri.

Bahkan ngusir dengan gerakan tangan aja ga bisa.
Sebelum itu semua terjadi?

Dan jangan sampai terjadi kepada kita semua..?

Minta ampunlah sama Allah, mumpung ada waktu buat kita berbenah diri, untuk rukuk, dan sujud kepada Allah pada saat Dia manggil. Mudah-mudahan Allah tidak sampai menegur kita pada saat kita lalai dan lebih mengutamakan Dunia-Nya. Aamiinn...

SUBHANALLAH

"Semoga ALLAH bimbing kita agar senantiasa menjadi hamba-Nya yang tidak meremehkan waktu shalat, dan waktu2 yang sudah ALLAH berikan untuk kita, terhindar dari maksiat dan perzinaan, dekat dengan ibadah kepada ALLAH SWT. aamiin"

Sampaikan dakwah ini kepada sahabat, dan teman-teman facebook anda. Semoga pahala ini terus tersebar hingga membukakan pintu hati setiap orang yang membacanya

Aamiinkan doa ini saudaraku.

Allahumma ya ALLAH tanamkan di hati kami perasaan selalu rindu kepada-Mu, ingatkanlah selalu kami tentang dahsyatnya hari akhirat-Mu agar hamba tidak tertipu dengan kesenangan dunia sesaat ini, ya ALLAH, ya Tuhan kami, Penguasa hati kami, tetapkanlah hati kami dalam taqwa dan istiqomah agar tetap dijalan-Mu sampai akhir hayat nanti... Aamiin ya Rabbal'alamin

(Cantumkan jika ada doa khusus, agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)

Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

Ya ALLAH...
Muliakanlah orang yang membaca tausiah ini
Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
Lapangkanlah hatinya
Bahagiakanlah keluarganya
Luaskan rezekinya seluas lautan
Mudahkan segala urusannya
Kabulkan cita-citanya
Jauhkan dari segala Musibah
Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.

Tuesday, April 15, 2014

Jalan Menuju Syurga Itu Sangatlah Ada

Tujuan yang diharapkan dari seorang hamba adalah agar dia beribadah kepada Allah, mengenal-Nya, mencintai-Nya, kembali kepada-Nya dan istiqamah di atasnya serta menempuh jalan yang mengarah kepada kenikmatan (surga). Namun jika kita melihat kebanyakan manusia, mereka dikuasai oleh hawa nafsu dan syahwatnya, sehingga tidak lagi memiliki perhatian terhadap tujuan tersebut, bahkan berpaling darinya, meninggalkannya dan tidak ada keinginan untuk mengejar hal yang telah luput daripadanya. Tidak ada yang sadar dari musibah ini, selain sedikit di antara mereka yang berakal. Mereka sadar, bahwa kerugian yang sesungguhnya adalah ketika sibuk dalam hal yang tidak bermanfaat baik di akhirat maupun dunianya. Mereka pun memilih arah kesempurnaan daripada kekurangan, mereka rela menjual yang fana agar mendapatkan yang kekal. Mereka siap memikul beban sehingga beban itu terasa nikmat, dengan begitu mereka menjadi orang-orang yang mulia. Sifat-sifat mereka yang sadar ini tercantum dalam sebuah manzhuumah (sya’ir) yang disusun oleh Syaikh Abdurrahman As Sa’diy berikut, maka perhatikanlah dan mintalah kepada Allah agar anda memiliki sifat-sifat itu :

سَعِدَ الَّذِيْنَ تَجَنَّبُوْا سُبُلَ الرَّدَى -وَتَيَمَّمُوْا لِمَنَازِلِ الرِّضْوَانِ
فَهُمُ اَّلذِيْنَ اَخْلَصُوْا فِي مَشْيِهِمْ -مُتَشَرِّعِيْنَ بِشِرْعَةِ الْإِيْمَانِ
وَهُمُ الَّذِيْنَ بَنَوْامَنَاِزلَ سَيْرِهِمْ-بَيْنَ الرَّجَاءِ وَالْخَوْفِ لِلدَّيَّانِ
وَهُمُ الَّذِيْنَ مَلاَ الْإِلَهُ قُلُوْبَهُمْ- بِوِدَادِهِ وَمَحَبَّةِ الرَّحْمَنِ
وَهُمُ الَّذِيْنَ اَكْثَرُوْا مِنْ ذِكْرِهِ-فِى السِّرِّ وَالْإِعْلاَنِ وَالْأَحْيَانِ
يَتَقَرَّبُوْنَ اِلَى الْمَلِيْكِ بِفِعْلِهِمْ-طَاعَاتِهُ وَالتَّرْكِ لِلْعِصْيَانِ

Berbahagialah orang-orang yang menjauhi jalan jalan ke arah kebinasaan Pergi menuju tempat-tempat keridhaan.
Mereka adalah orang yang ikhlas dalam melakukan perjalanan Berbekal dengan layar iman.
Mereka bangun dasar pijakan antara sikap raja’ (berharap) dan khauf (cemas) kepada Allah Pemberi keputusan. Allah memenuhi hati mereka dengan rasa kasih dan cinta kepada Ar Rahman.
Mereka sering menyebut nama-Nya, baik ketika sepi, ramai dan di setiap keadaan.
Mereka mendekatkan diri kepada Allah dengan perbuatan, berupa ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.

Penjelasan singkat bait pertama
Jalan-jalan ke arah kebinasaan adalah kemaksiatan yang akan mengarah kepada kebinasaan (neraka), ia adalah jalan setan. Contohnya adalah syirk (menyekutukan Allah), meninggalkan shalat, durhaka kepada orang tua, enggan membayar zakat, meninggalkan puasa Ramadhan, memakan harta anak yatim, memakan riba, membunuh, berzina, bersumpah palsu, khianat dsb. Sedangkan tempat-tempat keridhaan adalah kebalikannya, yaitu ketakwaan yang akan mengarah kepada kebahagiaan (surga).
Mereka adalah orang yang ikhlas, yakni ikhlas yang disertai dengan mutaba’ah (mengikuti contoh) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, keduanya adalah syarat diterimanya ibadah.
Mereka bangun dasar pijakan antara sikap raja’ (berharap) dan khauf,maksudnya dalam beribadah mereka memiliki rasa raja’ (berharap); yakni berharap agar ibadah mereka diterima dan merasa khawatir jika tidak diterima. Ketika mereka melihat diri mereka kurang memenuhi hak Allah, timbul rasa khawatir di hati mereka, dan ketika mereka melihat nikmat dan karunia Allah, timbul rasa raja’ (berharap) di hati mereka.
Allah memenuhi hati mereka dengan rasa kasih dan cinta kepada-Nya, maksudnya hati mereka cinta kepada Allah sehingga muncul usaha menggapai ridha-Nya dengan beramal shalih. Ada beberapa sebab agar dicintai Allah, di antaranya adalah membaca Al Qur’an dengan mentadabburi dan memahami maknanya, mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan amalan sunnah setelah amalan wajib, senantiasa berdzikr kepada Allah, mendahulukan yang Allah cintai apabila dihadapkan dua hal yang dicintainya, mempelajari nama Allah dan sifat Nya, memperhatikan nikmat Allah baik yang tampak maupun tersembunyi serta memperhatikan pemberian-Nya kepada kita agar membantu kita bersyukur, pasrah kepada Allah dan menampakkan sikap butuh kepada-Nya, qiyamullail di sepertiga malam terakhir dengan disudahi istighfar dan taubat, duduk bersama orang-orang shalih yang cinta karena Allah serta mengambil nasehat dari mereka dan menjauhi sebab yang menghalangi hati dari mengingat Allah.
Mereka sering menyebut nama-Nya, baik ketika sepi, ramai dan di setiap keadaan, yakni dengan banyak berdzikr.
فِعْلُ الْفَرَائِضِ وَالنَّوَافِلُ دَأْبُهُمْ-مَعَ رُؤْيَةِ التَّقْصِيْرِ وَالنُّقْصَانِ
صَبَّرُواالنُّفُوْسَ عَلَىالْمَكَارِهِ كُلِّهَا-شَوْقًااِلىَ مَا فِيْهِ مِنْ اِحْسَانٍ
نَزَلُوْا بِمَنْزِلَةِ الرِّضَى فَهُمْ بِهَا-قَدْ اَصْبَحُوْا فِي جُنَّةٍ وَاَمَانٍ
شَكَرُواالَّذِيْ اَوْلَىالْخَلاَئِقِ فَضْلَهُ-بِالْقَلْبِ وَاْلأَقْوَالِ وَالْأَرْكَانِ
صَحِبُوالتَّوَكُّلَ فِيجَمِيْعِ اُمُوْرِهِمْ-مَعَ بَذْلِ جُهْدٍفىِرِضَى الرَّحْمَنِ
عَبَدُوااْلإِلَهَ عَلَى اعْتِقَادِ حُضُوْرِهِ-فَتَبَوَّؤُوْا فِي مَنْزِلِ الْإِحْسَانِ
Mengerjakan amalan wajib dan sunat kebiasaan mereka, namun dengan merasakan kekurangan.
Mereka menahan diri menerima hal yang tidak mengenakkan untuk mencapai sikap ihsan
Mereka menempati sikap ridha, di mana dengannya mereka berada dalam perisai dan keamanan
Mereka berterima kasih kepada manusia yang paling tinggi keutamaannya (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam) baik dengan hati, kata-kata maupun tindakan
Teman mereka adalah tawakkal dalam setiap masalah, namun dengan usaha untuk mencapai keridhaan Ar Rahman.
Mereka beribadah kepada Allah dengan merasakan pengawasan-Nya, sehingga mereka mencapai derajat ihsan.

Penjelasan singkat bait kedua
Mengerjakan amalan wajib dan sunat kebiasaan mereka, namun dengan merasakan kekurangan,
Inilah kesempurnaan, yaitu mengerjakan ibadah namun merasakan kekurangan, sehingga dapat menghindarkan diri dari rasa malas dan dapat menghindarkan sifat ‘ujub (bangga diri) yang dapat merusak dan membatalkan amalan.
Mereka menahan diri menerima hal yang tidak mengenakkan, yakni untuk mencapai ridha Ar rahman. Mereka sabar menjalankan ketaatan, mereka sabar meninggalkan kemaksiatan dan mereka sabar terhadap taqdir buruk yang menimpa mereka dengan tidak keluh kesah.
Mereka menempati sikap ridha, di mana dengannya mereka berada dalam perisai dan keamanan
Ridha lebih tinggi daripada sabar, karena sabar hanya menahan dirinya dengan adanya pertentangan batin, namun jika sudah ridha, maka pertentangan batin itu luluh dan hilang. Dengan sikap ridha hidup terasa nikmat dan terasa sejuk dipandang mata. Oleh karena itu, ridha dinamakan juga “Perisai dunia dan tempat beritirahat para ahli ibadah”. Hakikat ridha adalah kamu menghadapi ketetapan-ketetapan Allah baik yang syar’i (dalam agama-Nya) maupun yang kauni (di alam semesta) dengan dada yang lapang, jiwa yang senang, tanpa benci dan keluh kesah.
Teman mereka adalah tawakkal dalam setiap masalah, namun dengan usaha untuk mencapai keridhaan Ar Rahman
Dengan keduanya “tawakkal dan usaha” seseorang akan mencapai kesempurnaan. Hakikat tawakkal adalah seseorang bersandar kepada Allah dan yakin kepada-Nya dalam mencapai suatu manfaat baik berkaitan dengan agama maupun dunia dan berusaha menjalani sebab-sebabnya. Sehingga, ketika seseorang berniat mengerjakan ibadah, ia berusaha menyempurnakan dan memperbaikinya, lalu beralih kepada Allah, mengharap kepada-Nya agar dibantu menyempurnakan kekurangannya, dengan husnuzh zhan (bersangka baik) bahwa apa yang diharapkannya akan tercapai.
Bukanlah termasuk tawakkal yang benar jika seseorang bersandar kepada Allah, namun tidak dibarengi usaha. Dan bukanlah termasuk tawwakkal, jika seseorang berusaha menggapai manfaat, namun bersandar kepada dirinya, tidak kepada Allah.
Mereka beribadah kepada Allah dengan merasakan pengawasan-Nya, sehingga mereka mencapai derajat ihsan
Hal ini sebagaimana sabda Nabi shallalllahu 'alaihi wa sallam tentang ihsan, yaitu:
اَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
“Kamu beribadah kepada Allah, seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tidak merasa begitu, maka ketahuilah bahwa Dia melihatmu.” (HR. Muslim)
Ihsan adalah kedudukan tertinggi, akan tetapi untuk ke arahnya seseorang butuh tahapan sedikit demi sedikit sehingga nantinya menjadi terbiasa. Dengan ihsan seorang hamba akan merasakan kenikmatan dan rasa senang ketika dekat dengan Tuhannya.
نَصَحُواالْخَلِيْقَةَفِىرِضَىمَحْبُوْبِهِمْ-بِاْلعِلْمِ وَالْإِرْشَادِ وَالْإِحْسَانِ
صَحِبُوا الْخَلاَئِقَ بِالْجُسُوْمِ-وَاِنَّمَاأَرْوَاحُهُمْ فِى مَنْزِلٍ فَوْقَانِي
اَلَابِاللهِ دَعْوْتُ الْخَلاَئِقَ وَالْمَشَاهِدَكُلَّهَا-خَوْفًاعَلَىالْإِيْمَانِ مِنْ نُقْصَانٍ
عَزَفُوا الْقُلُوْبَ عَنِ الشَّوَاغِلِ كُلِّهَا-قَدْ فَرَّغُوْا مِنْ سِوَى الرَّحْمَنِ
حَرَكَاتُهُمْ وَهُمُوْمُهُمْ وَعُزُوْمُهُمْ- ِللهِ لاَلِلْخَلْقِ وَالشَّيْطَانِ
نِعْمَ الرَّفِيْقُ لِطَالِبِ السُّبُلِ الَّتِي-تُفْضِي اِلَى الْخَيْرَاتِ وَاْلِإحْسَانِ
Mereka memberi nasehat kepada setiap orang untuk menggapai kecintaan Allah dengan ilmu, bimbingan dan kebijaksanaan.
Mereka bersama manusia dengan badannya, namun ruh mereka sebenarnya berada di atas tingkatan
Ketahuilah, karena Allah aku menyeru manusia dan sekitarnya, lantaran khawatir terhadap lemahnya iman.
Mereka hindarkan hati dari semua yang melalaikan, selain dari beribadah kepada Ar Rahman.
Gerakan mereka, niat dan tekad karena Allah, bukan karena manusia dan setan.
Mereka adalah sebaik-baik teman bagi pencari jalan yang mengarah kepada kebaikan dan kebahagiaan.

Penjelasan singkat bait ketiga
Mereka memberi nasehat kepada setiap orang untuk menggapai kecintaan Allah dengan ilmu, bimbingan dan kebijaksanaan,
Inilah keadaan mereka terhadap orang lain; keadaan yang paling baik dan mulia. Mereka tampakkan rasa cinta dan keinginan agar orang lain mendapatkan kebaikan seperti dirinya. Sehingga mereka berusaha semampu mungkin menghilangkan keburukan yang menimpa mereka, serta berusaha memberikan hal yang bermanfaat semampunya. Mereka beramr ma’ruf dan bernahy mungkar, berdakwah dan menasehati mereka, memberi makan orang yang lapar, memberi pakaian orang yang tidak memilikinya, membantu orang yang kesusahan dan membutuhkan bantuan, mengajarkan orang yang tidak tahu, menghentikan kezhaliman yang dilakukan seseorang dan membela orang yang dizhalimi, siap menerima gangguan dari orang lain dan menahan diri dari mengganggu orang lain. Mereka bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah dibarengi berbuat baik kepada sesama.
Ketahuilah, karena Allah aku menyeru manusia dan sekitarnya, lantaran khawatir terhadap lemahnya iman
Oleh karena itu, seorang hamba hendaknya tetap memperhatikan jati dirinya, melihat kekurangan pada dirinya. Ia pun berusaha menutupinya dengan beramal shalih, setelah itu menjaganya dari segala yang membatalkan amalan. Karena menjaga amal lebih berat daripada beramal. Setiap kali perhatian dan kesungguhannya terhadap amal semakin tinggi, maka semakin tinggi pula imannya. Ia pun hendaknya memiliki rasa takut dan harap; takut dari sifat ‘ujub (bangga diri), riya’ (pamer), takabbur (sombong) dsb. dan berharap kepada Allah agar amalannya diterima.
Mereka hindarkan hati dari semua yang melalaikan, selain dari beribadah kepada Ar Rahman, yakni mereka berusaha menghindarkan semua yang dapat menjauhkan dari Allah dan keridhaan-Nya. Inilah hakikat zuhud, perhatiannya kepada ibadah lebih tinggi, sehingga ia tidak banyak-banyak dalam sesuatu selain hal yang bernilai ibadah. Pikirannya sering melayang dalam hal-hal yang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah. Juga tidak lepas dari memikirkan kubur serta keadaan yang akan terjadi di alam kubur, memikirkan kiamat dan kedahsyatannya, memikirkan neraka dan penghuninya serta memikirkan surga dan penduduknya. Pikirannya tidak lepas dari semua ini, inilah memikirkan hal yang bermanfaat. Sebaliknya, memikirkan hal yang tidak bermanfaat hanya membawa penderitaan, waktunya sia-sia dan menyibukkan pikiran dengan hal yang tidak bermanfaat baik untuk sekarang maupun yang akan datang.
Mereka adalah sebaik-baik teman bagi pencari jalan yang mengarah kepada kebaikan dan kebahagiaan
Ya, merekalah sebaik-baik teman. Mereka ibarat penjual minyak wangi, seperti dalam sabda Rasulullah shallalllahu 'alaihi wa sallam berikut:
« إِنَّمَا مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً
“Sesungguhnya perumpamaan kawan yang shalih dengan kawan yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang besi. Penjual minyak wangi, bisa saja memberi minyak wangi kepadamu, kamu bisa membeli darinya dan bisa juga mencium wanginya. Sedangkan tukang besi, bisa saja membakar bajumu atau jika tidak, kamu mencium bau yang tidak sedap.” (HR. Muslim)

Berkawan dengan orang shalih akan kamu dapatkan kebaikannya dari berbagai sisi. Sebagaimana berkawan dengan orang buruk, akan kamu dapatkan keburukannya, paling sedikit kamu akan merasa risih di sampingnya.
Kita meminta kepada Allah dengan nama-nama ya Yang Indah dan sifat-sifat-Nya yang tinggi agar Dia menunjukkan jalan yang lurus; jalan orang-orang yang diberi-Nya nikmat, jalannya para nabi, para shiddiqin, para syuhada dan orang-orang shalih. Merekalah teman yang sebaik-baiknya. Amin ya Rabbal ‘Alamin..

Semoga kita smua slalu berada dalam lindungan Nya dan di jauhkan dari larangan Nya,,

BERSEDEKAHLAH SETIAP HARI !!!!

“Tidak ada satu subuh-pun yang dialami hamba-hamba Allah kecuali turun kepada mereka dua malaikat. Salah satu di antara keduanya berdoa: “Ya Allah, berilah ganti bagi orang yang berinfaq”, sedangkan yang satu lagi berdo’a “Ya Allah, berilah kerusakan bagi orang yang menahan (hartanya)”
(HR Bukhary 5/270)




Lihat catatan keuangan anda/keuangan perusahaan anda :
Apakah pengeluaran lebih besar dari pemasukan? Jika Ya, berarti anda termasuk orang yang pailit.
Apakah pengeluaran dan pemasukan seimbang? Jika Ya, berarti anda termasuk orang yang rugi.
Apakah pemasukan lebih besar dari pengeluaran? Jika Ya, berarti anda termasuk orang yang beruntung.
Hari ini mesti lebih baik dari Hari kemarin dan hari esok meski lebih baik dari hari ini.

Siapa yang ingin usaha maju mendapat keuntungan yang berlipat-lipat? Ayo Berinfaq!
Siapa yang ingin penyakit segera sembuh? Ayo Berinfaq!
Siapa yang ingin cepet dapet jodoh? Ayo Berinfaq!
Siapa yang ingin urusannya dimudahkan? Ayo Berinfaq!
Siapa yang ingin ujiannya lulus? Ayo Berinfaq!
Berapakah seharusnya saya berinfaq?

Inilah rumus matematika sedekah.
Siapa yang menginkan 10, infaqkan saja 1
Siapa menginfaqkan 1, ia akan dapat 10
Jika anda punya uang 1 juta dan ingin mendapatkan uang dua juta, cukup anda infaqkan 200 ribu, namun jika anda menginginkan yang 10 juta, infaqkan saja semuanya yang satu juta.

Jika perusahaan menginginkan keuntungan hingga seratus maka anda mesti menginfaqkan sebesar sepuluh juta, atau jika perusahaan anda keuntungannya bersih 1 milyar menginginkan penambahan keuntungan hingga 2 milyar, perusahaan anda mesti keluarkan infaq 200 juta.

Jika anda sakit, dan sang dokter memberikan rincian biaya yang mesti dikeluarkan selama 1 bulan perawatan adalah 100 juta, maka untuk mempercepat kesembuhan infaqkan saja 10 juta

Segera buktikan ayat-ayat Allah bahwa itu akan tergantikan 10 kali lipat bahkan bisa lebih dari 700 kali lipat, anda mesti yakin. Berbagilah kepada sesama, kepada orang-orang yang disekitar anda yang lebih membutuhkan dan tunggulah keajaiban itu tidaklah lagi akan datang.

Jika itu terbukti, anda mesti menjadi orang yang ketagihan dalam berinfaq. Lihatlah orang-orang yang disekeliling anda yang lebih membutuhkan dari anda. Kunjungilah orang-orang yang tak mampu,

Alihkan belanja anda yang tadinya ke toko besar ke warung-warung kecil di sekitar anda, belanja sayuran kepada tukang sayur keliling, mudah-mudahan itu akan lebih membantu mereka

Dari Abu Hurairah r.a: “Ada seorang lelaki datang kepada Nabi s.a.w. lalu berkata: “Ya Rasulullah, sedekah manakah yang teragung pahalanya?” Rasulullah s.a.w. bersabda:
“jikalau engkau bersedekah, sedangkan engkau itu masih sehat, dan sebenarnya engkau merasa sayang mengeluarkan sedekah itu, karena takut menjadi fakir dan engkau amat mengharap-harapkan untuk menjadi kaya. Tetapi janganlah engkau menunda-nunda, sehingga apabila nyawamu telah sampai di kerongkong lalu berkata: “Untuk si Fulan itu, yang ini dan untuk si Fulan ini, yang itu, sedangkan orang yang engkau maksudkan itumtelah memiliki apa yang hendak kau berikan.” (Muttafaq ‘alaih)

SEDEKAH tidak perlu menunggu harta cukup nishab atau menunggu banyak harta.
Dianjurkan untuk senantiasa bersedekah dalam kondisi apapun. Sebagaimana Firman Allah Swt yang artinya: “(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan/menyedekahkan (hartanya), baik di waktu lapang (banyak rizki) maupun sempit (tidak banyak rizki), dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Al-Imron (3): 134)
Sahabat Ali bin Abi Thalib dalam sebuah riwayat ketika memiliki empat dirham. Ia menyedekahkan satu dirham waktu malam, satu dirham saat siang hari, satu dirham secara terang-terangan, dan satu dirham lagi secara diam-diam.
Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala dan pelipat ganda rizki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. (QS. Al-Baqarah (2): 261)
”Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), Maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah (kesuksesan).” (QS. Al-Lail (92): 5-7)

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan” (QS. Al Baqarah: 245)

Siapakah yang dapat memberi keuntungan 700 kali lipat?

Allah berfiman : "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. 2 : 261)

Harta tidak akan pernah bisa mempertahankan kehidupan di muka bumi. Sehebat apapun usaha manusia untuk memperpanjang hidupnya, kematian pasti akan tiba pada saat yang telah ditentukan. Sebelum menyesal, masih ada kesempatan untuk membuat harta kita menjadi abadi. Caranya: transferlah harta anda ke akhirat. Salurkan kekayaan anda melalui lembaga-lembaga sosial yang membantu fakir miskin dan anak yatim, lebih dari itu wakafkan harta anda untuk pelayanan sosial seperti masjid, sekolah pendidikan agama dan rumah sakit. Dari sini harta anda akan bergerak mencarikan pahala untuk anda. Dari sini kecapean yang selama ini anda lakukan tidak akan menjadi sia-sia. Anda kelak ditunggu oleh harta anda di surga. 

DO'A KITA UNTUK YANG RAJIN BERINFAQ

Supaya Cepat Kaya Ayo Lipatgandakan harta anda dengan shadaqah

Ayo buktikan !!!

Jangan lupa sertakan harapan anda... mintalah hajat anda...
Terbukti Shadaqah penuh keajaiban...
harta menjadi berkah, berlimpah dan penuh manfaat...
--> Mau sembuh dari sakit, ayo shadaqoh
---> Mau dapat anak, pancing dengan shadaqah
----> Anda mau apa, lakukan shadaqah, lalu mintalah hajat anda pada Allah...

Jangan Kapok harta anda berkurang karena shadaqah...
Makin bertambah harta karena shadaqah, tentu semakin rutin anda shadaqah...

Lakukan dari keluarga terdekat, tetangga dan orang-orang yang ada disekitar anda, semoga menjadi orang yang bermanfaat...

Bahagia dunia akhirat, Ayo Shadaqah.....

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Ya Allah kabulkanlah do'a kaum muslimin di penjuru bumi..
Ya Allah kabulkanlah do'a-do'a kami...
Ya Allah kami telah berusaha mengorbankan harta kami tuk perjuangan menegakkan kalimat-Mu...
kami korban harta kami tuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan ke lebih banyak orang di seluruh penjuru bumi...

Ya Allah sembuhkanlah diantara kami yang sedang sakit, sembuhkanlah keluarga kami, sembuhkanlah tetangga kami, sembuhkanlah teman-teman...
Ya Allah di antara kami ada yang belum memiliki keturunan, berikanlah segera amanah itu,
Ya Allah berilah kami keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengarkan do`a.
Ya Allah jadikanlah anak-anak kami, anak2 yang shaleh dan shalehah...

"Wahai Allah limpahkanlah rahmat atas junjungan kita Nabi Muhammad Saw; sebanyak aneka rupa rizqi. Wahai Dzat Yang Maha Meluaskan rizqi kepada orang yang dikehendaki-Nya tanpa hisab. Luaskan dan banyakanlah rizqiku dari segenap setiap penjuru dan perbendaharaan rizqi-Mu tanpa pemberian dari makhluk, berkat kemurahan-Mu jua. Dan limpahkanlah pula rahmat dan salam atas dan para sahabat beliau. " 

"Wahai Allah, wahai Dzat Yang Maha Kaya, wahai Dzat Yang Maha Terpuji, wahai Dzat Yang memulai, wahai Dzat Yang Mengembalikan, wahai Dzat Yang Maha Penyayang, wahai Dzat Yang Maha Mencintai. Cukupilah kami dengan kehalalan-Mu dari keharaman-Mu. Cukupilah kami dengan anugerah-Mu dari selain Engkau. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad Saw. keluarga dan sahabat beliau."

"Dengan nama Allah, semoga Engkau menjaga diri kami, harta kami dan agama kami. Wahai Allah, ridhailah kami dari ketetapan-Mu dan berilah berkah kepada kami pada segala apa yang telah Engkau putuskan sehingga kami Tidak suka apa yang Engkau mempercepatkan apa yang Engkau akhirkan dan tidak pula menyukai mengakhirkan apa yang, Engkau cepatkan. "

"Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka." (QS. Al-Baqarah: 201).

"Ya Tuhan, janganlah Engka siksa kami karena lupa atau bersalah. Ya Tuhan, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana telah Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kamj, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami dalam mengalahkan orang-orang kafir." (QS. Al-Baqarah: 286).

"Ya Tuhan sungguh kami telah mendengar seruan yang menyeru kepada iman: "Barimanlah kamu kepada Tuhanmu, maka kami pun beriman. Ya Tuhan, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta matikanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbuat kebajikan. Ya Tuhan, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul-Mu, dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat nanti. Sungguh Engkau sama sekali tidak akan pernah menyalahi janji." (QS. Âli Imrân: 193-294).

PENOLONG MISTERIUS

Ketika senja telah turun mengganti siang dengan malam, seorang laki-laki bergegas mengambil air wudhu. Memenuhi panggilan adzan yang bergaung indah memenuhi angkasa.

"Allahu Akbar!" suara lelaki itu mengawali shalatnya.

Khusyuk sekali ia melaksanakan ibadah kepada Allah. Tampak kerutan di keningnya bekas-bekas sujud. Dalam sujudnya, ia tenggelam bersama untaian-untaian do'a. Seusai sholat, lama ia duduk bersimpuh di atas sajadahnya. Ia terpaku dengan air mata mengalir, memohon ampunan Allah.

Dan bila malam sudah naik ke puncaknya, laki-laki itu baru beranjak dari sajadahnya.

"Rupanya malam sudah larut...,"bisiknya.

Ali Zainal Abidin, lelaki ahli ibadah itu berjalan menuju gudang yang penuh dengan bahan-bahan pangan. Ia pun membuka pintu gudang hartanya. Lalu, dikeluarkannya karung-karung berisi tepung, gandum, dan bahan-bahan makanan lainnya.

Di tengah malam yang gelap gulita itu, Ali Zainal Abidin membawa karung-karung tepung dan gandum di atas punggungnya yang lemah dan kurus. Ia berkeliling di kota Madinah memikul karung-karung itu, lalu menaruhnya di depan pintu rumah orang-orang yang membutuhkannya.

Di saat suasana hening dan sepi, di saat orang-orang tertidur pulas, Ali Zainal Abidin memberikan sedekah kepada fakir miskin di pelosok Madinah.

"Alhamdulillah..., harta titipan sudah kusampaikan kepada yang berhak,"kata Ali Zainal Abidin. Lega hatinya dapat menunaikan pekerjaan itu sebelum fajar menyingsing. Sebelum orang-orang terbangun dari mimpinya.

Ketika hari mulai terang, orang-orang berseru kegirangan mendapatkan sekarung tepung di depan pintu.

"Hah! Siapa yang sudah menaruh karung gandum ini?!" seru orang yang mendapat jatah makanan.

"Rezeki Allah telah datang! Seseorang membawakannya untuk kita!" sambut yang lainnya.

Begitu pula malam-malam berikutnya, Ali Zainal Abidin selalu mengirimkan karung-karung makanan untuk orang-orang miskin. Dengan langkah mengendap-endap, kalau-kalau ada yang memergokinya tengah berjalan di kegelapan malam. Ia segera meletakan karung-karung di muka pintu rumah orang-orang yang kelaparan.

"Sungguh! Kita terbebas darikesengsaraan dan kelaparan! Karena seorang penolong yang tidak diketahui!" kata orang miskin ketika pagi tiba.

"Ya! Semoga Allah melimpahkan harta yang berlipat kepada sang penolong...," timpal seorang temannya.

Dari kejauhan, Ali Zainal Abidin mendengar semua berita orang yang mendapat sekarung tepung. Hatinya bersyukur pada Allah. Sebab, dengan memberi sedekah kepada fakir miskin hartanya tidak akan berkurang bahkan, kini hasil perdagangan dan pertanian Ali Zainal Abidin semakin bertambah keuntungan.

Tak seorang pun yang tahu dari mana karung-karung makanan itu? Dan siapa yang sudah mengirimkannya?

Ali Zainal Abidin senang melihat kaum miskin di kotanya tidak mengalami kelaparn. Ia selalu mencari tahu tentang orang-orang yang sedang kesusahan. Malam harinya, ia segera mengirimkan karung-karung makanan kepada mereka.

Malam itu, seperti biasanya, Ali Zainal Abidin memikul sekarung tepung di pundaknya. Berjalan tertatih-tatih dalam kegelapan. Tiba-tiba tanpa di duga seseorang melompat dari semak belukar. Lalu menghadangnya!

"Hei! Serahkan semua harta kekayaanmu! Kalau tidak...," orang bertopeng itu mengancam dengan sebilah pisau tajam ke leher Ali Zainal Abidin.

Beberapa saat Ali terperangah. Ia tersadar kalau dirinya sedang di rampok. "Ayo cepat! Mana uangnya?!" gertak orang itu sambil mengacungkan pisau.

"Aku...aku...," Ali menurunkan karung di pundaknya, lalu sekuat tenaga melemparkan karung itu ke tubuh sang perampok. Membuat orang bertopeng itu terjengkang keras ke tanah. Ternyata beban karung itu mampu membuatnya tak dapat bergerak. Ali segera menarik topeng yang menutupi wajahnya. Dan orang itu tak bisa melawan Ali.

"Siapa kau?!" tanya Ali sambil memperhatikan wajah orang itu.

"Ampun, Tuan....jangan siksa saya...saya hanya seorang budak miskin...,"katanya ketakutan.

"Kenapa kau merampokku?" Tanya Ali kemudian.

"Maafkan saya, terpaksa saya merampok karena anak-anak saya kelaparan," sahutnya dengan wajah pucat.

Ali melepaskan karung yang menimpa badan orang itu. Napasnya terengah-engah. Ali tak sampai hati menanyainya terus.

"Ampunilah saya, Tuan. Saya menyesal sudah berbuat jahat..."

"Baik! Kau kulepaskan. Dan bawalah karung makanan ini untuk anak-anakmu. Kau sedang kesusahan, bukan?" kata Ali.

Beberapa saat orang itu terdiam. Hanya memandangi Ali dengan takjub.

"Sekarang pulanglah!" kata Ali.

Seketika orang itu pun bersimpuh di depan Ali sambil menangis.

"Tuan, terima kasih! Tuan sangat baik dan mulia! Saya bertobat kepada Allah...saya berjanji tidak akan mengulanginya," kata orang itu penuh sesal.

Ali tersenyum dan mengangguk.

"Hai, orang yang tobat! Aku merdekakan dirimu karena Allah! Sungguh, Allah maha pengampun." Orang itu bersyukur kepada Allah. Ali memberi hadiah kepadanya karena ia sudah bertobat atas kesalahannya.

"Aku minta, jangan kau ceritakan kepada siapapun tentang pertemuanmu denganku pada malam ini...," kata Ali sebelum orang itu pergi." Cukup kau doakan agar Allah mengampuni segala dosaku," sambung Ali.

Dan orang itu menepati janjinya. Ia tidak pernah mengatakan pada siapa pun bahwa Ali-lah yang selama ini telah mengirimkan karung-karung makanan untuk orang-orang miskin.

Suatu ketika Ali Zainal Abidin wafat. Orang yang dimerdekakan Ali segera bertakziah ke rumahnya. Ia ikut memandikan jenazahnya bersama orang-orang.

Orang-orang itu melihat bekas-bekas hitam di punggung di pundak jenazah Ali. Lalu mereka pun bertanya.

"Dari manakah asal bekas-bekas hitam ini?"

"Itu adalah bekas karung-karung tepung dan gandum yang biasa diantarkan Ali ke seratus rumah di Madinah," kata orang yang bertobat itu dengan rasa haru.

Barulah orang-orang tahu dari mana datangnya sumber rezeki yang mereka terima itu. Seiring dengan wafatnya Ali Zainal Abidin, keluarga-keluarga yang biasa di beri sumbangan itu merasa kehilangan.

Orang yang bertobat itu lalu mengangkat kedua tangan seraya berdo'a," Ya Allah, ampunilah dosa Ali bin Husein bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah Saw.

SEDEKAH YANG UTAMA

Shadaqah adalah baik seluruhnya, namun antara satu dengan yang lain berbeda keutamaan dan nilainya, tergantung kondisi orang yang bersedekah dan kepentingan proyek atau sasaran shadaqah tersebut. Di antara shadaqah yang utama menurut Islam adalah sebagai berikut:

1. Shadaqah Sirriyah

Yaitu shadaqah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Shadaqah ini sangat utama karena lebih medekati ikhlas dan selamat dari sifat pamer. Allah subhanahu wata’ala telah berfirman,
“Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. 2:271)

Yang perlu kita perhatikan di dalam ayat di atas adalah, bahwa yang utama untuk disembunyikan terbatas pada shadaqah kepada fakir miskin secara khusus. Hal ini dikarenakan ada banyak jenis shadaqah yang mau tidak mau harus tampak, seperti membangun sekolah, jembatan, membuat sumur, membekali pasukan jihad dan lain sebagainya.

Di antara hikmah menyembunyikan shadaqah kepada fakir miskin adalah untuk menutup aib saudara yang miskin tersebut. Sehingga tidak tampak di kalangan manusia serta tidak diketahui kekurangan dirinya. Tidak diketahui bahwa tangannya berada di bawah, bahwa dia orang papa yang tak punya sesuatu apa pun.Ini merupakan nilai tambah tersendiri dalam ihsan terhadap orang fakir.

Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alihi wasallam memuji shadaqah sirriyah ini, memuji pelakunya dan memberitahukan bahwa dia termasuk dalam tujuh golongan yang dinaungi Allah nanti pada hari Kiamat. (Thariqul Hijratain)

2. Shadaqah Dalam Kondisi Sehat

Bersedekah dalam kondisi sehat dan kuat lebih utama daripada berwasiat ketika sudah menjelang ajal, atau ketika sudah sakit parah dan tipis harapan kesembuhannya. Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Shadaqah yang paling utama adalah engkau bershadaqah ketika dalam keadaan sehat dan bugar, ketika engkau menginginkan kekayaan melimpah dan takut fakir. Maka jangan kau tunda sehingga ketika ruh sampai tenggorokan baru kau katakan, "Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian." (HR.al-Bukhari dan Muslim)

3. Shadaqah Setelah Kebutuhan Wajib Terpenuhi

Allah subhanahu wata’ala telah berfirman,
“Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah, "Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.” (QS. 2:219)

Nabi shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Tidak ada shadaqah kecuali setelah kebutuhan (wajib) terpenuhi." Dan dalam riwayat yang lain, "Sebaik-baik shadaqah adalah jika kebutuhan yang wajib terpenuhi." (Kedua riwayat ada dalam al-Bukhari)

4. Shadaqah dengan Kemampuan Maksimal

Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alihi wasallam,
"Shadaqah yang paling utama adalah (infak) maksimal orang yang tak punya. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu." (HR. Abu Dawud)

Beliau juga bersabda,
"Satu dirham telah mengalahkan seratus ribu dirham." Para sahabat bertanya," Bagaimana itu (wahai Rasululullah)? Beliau menjawab, "Ada seseorang yang hanya mempunyai dua dirham lalu dia bersedakah dengan salah satu dari dua dirham itu. Dan ada seseorang yang mendatangi hartanya yang sangat melimpah ruah, lalu mengambil seratus ribu dirham dan bersedekah dengannya." (HR. an-Nasai, Shahihul Jami')

Al-Imam al-Baghawi rahimahullah berkata, "Hendaknya seseorang memilih untuk bersedekah dengan kelebihan hartanya, dan menyisakan untuk dirinya kecukupan karena khawatir terhadap fitnah fakir. Sebab boleh jadi dia akan menyesal atas apa yang dia lakukan (dengan infak seluruh atau melebihi separuh harta) sehingga merusak pahala. Shadaqah dan kecukupan hendaknya selalu eksis dalam diri manusia. Rasululllah shallallahu ‘alihi wasallam tidak mengingkari Abu Bakar radhiyallahu ‘anhuyang keluar dengan seluruh hartanya, karena Nabi tahu persis kuatnya keyakinan Abu Bakar dan kebenaran tawakkalnya, sehingga beliau tidak khawatir fitnah itu menimpanya sebagaimana Nabi khawatir terhadap selain Abu Bakar. Bersedekah dalam kondisi keluarga sangat butuh dan kekurangan, atau dalam keadaan menanggung banyak hutang bukanlah sesuatu yang dikehendaki dari sedekah itu. Karena membayar hutang dan memberi nafkah keluarga atau diri sendiri yang memang butuh adalah lebih utama. Kecuali jika memang dirinya sanggup untuk bersabar dan membiarkan dirinya mengalah meski sebenarnya membutuhkan sebagaimana yang dilakukan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dan juga itsar (mendahulukan orang lain) yang dilakukan kaum Anshar terhadap kaum Muhajirin.” (Syarhus Sunnah) 

5. Menafkahi Anak Istri

Berkenaan dengan ini Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Seseorang apabila menafkahi keluarganya dengan mengharapkan pahalanya maka dia mendapatkan pahala sedekah." ( HR. al-Bukhari dan Muslim)

Beliau juga bersabda,
"Ada empat dinar; Satu dinar engkau berikan kepada orang miskin, satu dinar engkau berikan untuk memerdekakan budak, satu dinar engkau infakkan fi sabilillah, satu dinar engkau belanjakan untuk keluargamu. Dinar yang paling utama adalah yang engkau nafkahkan untuk keluargamu." (HR. Muslim).

6. Bersedekah Kepada Kerabat

Diriwayatkan bahwa Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu memiliki kebun kurma yang sangat indah dan sangat dia cintai, namanya Bairuha'. Ketika turun ayat,
"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai." (QS. 3:92)

Maka Abu Thalhah mendatangi Rasulullah dan mengatakan bahwa Bairuha' diserahkan kepada beliau, untuk dimanfaatkan sesuai kehendak beliau. Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam menyarankan agar ia dibagikan kepada kerabatnya. Maka Abu Thalhah melakukan apa yang disarankan Nabi tersebut dan membaginya untuk kerabat dan keponakannya.(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Nabi shallallahu ‘alihi wasallam juga bersabda,
"Bersedakah kepada orang miskin adalah sedekah (saja), sedangkan jika kepada kerabat maka ada dua (kebaikan), sedekah dan silaturrahim." (HR. Ahmad, an-Nasa'i, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Secara lebih khusus, setelah menafkahi keluarga yang menjadi tanggungan, adalah memberikan nafkah kepada dua kelompok, yaitu:
Anak yatim yang masih ada hubungan kerabat, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala,
”(Yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang masih ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir.” (QS. 90:13-16)
Kerabat yang memendam permusuhan, sebagaimana sabda Nabi,
"Shadaqah yang paling utama adalah kepada kerabat yang memendam permusuhan.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzai, Shahihul jami')

7. Bersedekah Kepada Tetangga

Allah subhanahu wata’ala berfirman di dalam surat an-Nisa' ayat 36, di antaranya berisikan perintah agar berbuat baik kepada tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh. Dan Nabi juga telah bersabda memberikan wasiat kepada Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu,
"Jika engkau memasak sop maka perbanyaklah kuahnya, lalu bagilah sebagiannya kepada tetanggamu." (HR. Muslim)

8. Bersedekah Kepada Teman di Jalan Allah.

Rasulullah shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Dinar yang paling utama adalah dinar yang dinafkahkan seseorang untuk keluarganya, dinar yang dinafkahkan seseorang untuk kendaraannya (yang digunakan) di jalan Allah dan dinar yang diinfakkan seseorang kepada temannya fi sabilillah Azza wa Jalla." (HR. Muslim)

9. Berinfak Untuk Perjuangan (Jihad) di Jalam Allah

Amat banyak firman Allah subhanahu wata’ala yang menjelaskan masalah ini, di antaranya,
“Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwa pada jalan Allah.” (QS. 9:41)

Dan juga firman Allah subhanahu wata’ala,
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. 49:15)

Di dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Barang siapa mempersiapkan (membekali dan mempersenjatai) seorang yang berperang maka dia telah ikut berperang." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Namun perlu diketahui bahwa bersedekah untuk kepentingan jihad yang utama adalah dalam waktu yang memang dibutuhkan dan mendesak, sebagaimana yang terjadi pada sebagian negri kaum Muslimin. Ada pun dalam kondisi mencukupi dan kaum Muslimin dalam kemenangan maka itu juga baik akan tetapi tidak seutama dibanding kondisi yang pertama.

10. Shadaqah Jariyah

Yaitu shadaqah yang pahalanya terus mengalir meskipun orang yang bersedekah telah meninggal dunia. Nabi shallallahu ‘alihi wasallam bersabda,
"Jika manusia meninggal dunia maka putuslah amalnya kecuali tiga hal; Shadaqah jariyah, ilmu yang diambil manfaat dan anak shalih yang mendoakannya." (HR. Muslim).

Di antara yang termasuk proyek shadaqah jariyah adalah pembangunan masjid, madrasah, pengadaan sarana air bersih dan proyek-proyek lain yang dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Sumber: Buletin “Ash-Shadaqah fadhailuha wa anwa’uha”, Ali bin Muhammad al-Dihami.
http://www.lazyaumil.org/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=10

Amalan Mempermudah Rezeki


Dalam blog ini akan di bahas mengenai 20 amalan mulia yang akan membukakan pintu rezeki. Namun ketika akan memulai diharuskan untuk membaca Surah Al-Fatihah seperti di bawah setiap hari:
Dan setelah selesai membacanya, Anda niatkan seperti di bawah:

(bisa disalin atau cetak & jadikan amalan setiap hari )

Ya Rabb… Ya Rabb… Ya Rabb…
aku hadiahkan khasiat Al-Fatihah ini kepada (ibu & bapak) ku,
aku hadiahkan khasiat Al-Fatihah ini kepada diriku,
aku hadiahkan khasiat Al-Fatihah ini kepada (Nabi Muhammad) Rasul ku,
aku hadiahkan khasiat Al-Fatihah ini kepada kedua-dua (kakek & nenek) ku,
aku hadiahkan khasiat Al-Fatihah ini kepada kesemua (Isteri/suami, anak, saudara-saudari kandung) ku,
aku hadiahkan khasiat Al-Fatihah ini kepada seluruh umat Islam (yang hidup & yang telah mati), 
aku hadiahkan khasiat Al-Fatihah ini kepada insan yang pernah mendidik ku,
berkatilah hidup mereka semuanya,
dan masukkanlah kami ke syurgamu dan kekalkan kami di sana,
payungilah kami dengan Rahmatmu kepada kami dari dunia sampai ke syurga,
dan kekalkanlah kami bersama keluarga kami di dalam syurga-Mu,
temukanlah kami semua dengan Nabi Muhammad di syurga-Mu Ya Allah,
aku telah bermohon pada-Mu tuhan ALAM SEMESTA,
makbulkan doaku ini,
jika tidak di dunia Engkau zahirkan, maka makbulkanlah di akhirat nanti,
SESUNGGUHNYA KAU TIDAK MEMUNGKIRI JANJI.

20 Amalan Mulia Insha Allah Pasti Membuka Pintu Rezeki Kita

Amalan 1.
Selalu Menyempatkan diri beribadah –

Allah tidak sia-siakan pengabdian diri hamba-Nya,
seperti firman-Nya dalam Hadis Qudsi:
“Wahai anak Adam,
sempatkanlah untuk menyembah-Ku,
maka Aku akan membuat hatimu kaya dan menutup kefakiranmu.
Jika tidak melakukannya maka Aku akan penuhi tanganmu dengan kesibukan,
dan Aku tidak menutup kefakiranmu.”
(Riwayat Ahmad, Tirmizi, Ibnu Majah dan al-Hakim dari Abu Hurairah r.a.)

Amalan 2.
Memperbanyak istighfar 

Istighfar adalah rintihan dan pengakuan dosa seorang hamba di depan Allah,
yang menjadi sebab Allah merasa sayang  pada hamba-Nya,
lalu Allah berkenan melapangkan jiwa dan kehidupan dari hamba yang meminta itu.
Sabda Nabi Muhammad s.a.w.:
“Barang siapa memperbanyak istighfar,
maka Allah S.W.T  akan menghapuskan segala kedukaannya,
menyelesaikan segala masalahnya,
dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka.”
(Riwayat Ahmad, Abu Daud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim dari
Abdullah bin Abbas r.a.)

Amalan 3.
Meninggalkan perbuatan dosa 

Istighfar tidak diterima di sisi Allah jika masih saja berbuat dosa.
Dosa bukan saja membuat hati menjadi resah,
Namun juga akan menutup pintu rezeki.
Sabda Nabi Muhammad s.a.w.:
“… dan seorang lelaki akan diharamkan baginya rezeki karena dosa yang diperbuatnya.”
(Riwayat at-Tirmizi)
Antara perbuatan dosa yang sehari-hari kita lakukan:
- Memandang aurat manusia – Mengumpat secara berlebihan (termasuk juga melalui media internet menggunakan papan keyboard)
- Berburuk sangka – Memandang rendah keadaan orang lain – Merasa diri lebih baik dan utama – buang sampah sembarangan atau keluar dari kendaraan – dan perkara2 yang anda pikirkan sebagai sesuatu yang jelek

Amalan 4.
Senantiasa ingat kepada Allah 

Banyak mengingat Allah membuatkan hati tenang dan kehidupan terasa lapang.
Ini rezeki yang hanya Allah berikan kepada orang beriman (yaitu Islam).
Firman-Nya:
“(iaitu) orang-orang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat
Allah . Ingatlah, hanya dengan mengingat  Allah hati menjadi tenteram.”
(Al Quran, Surah Ar-Ra’d, Ayat 28)
Antara amalan mengingat Allah yang bisa kita lakukan:
- sambil kerja sambil berzikir dalam hati (tak mesti gerakkan mulut)
- banyakkan bersyukur setiap 1 jam (dengan cara anda masing-masing)
- mulakan setiap 1 hal atau aktivitas dengan Bismillah (kalau anda mampu)
- dan apa saja perbuatan “baik” asalkan pikiran anda senantiasa mempunyai
“connection” dengan Allah tanpa terjadinya “disconnect” dengan Allah.

Amalan 5.
Berbakti dan mendoakan ibu bapa 

Dalam hadis riwayat dari Imam Ahmad,
Nabi Muhammad s.a.w. berpesan,
agar siapa yang ingin panjang umur dan ditambahkan rezekinya,
hendaklah berbakti kepada ibu bapaknya dan menyambung tali kekeluargaan.
Nabi Muhammad s.a.w. juga bersabda:
“Siapa berbakti kepada ibu bapaknya,
maka kebahagiaanlah buatnya,
dan Allah akan memanjangkan umurnya.”
(Riwayat Abu Ya’ala, at-Tabrani, al-Asybahani dan al-Hakim)
Mendoakan ibu bapak juga menjadi sebab mengalirnya rezeki,
berdasarkan sabda Nabi s.a.w.:
“Apabila hamba itu meninggalkan berdoa kepada kedua orang tuanya,
niscaya terputuslah rezeki (Allah ) daripadanya. “
(Riwayat al-Hakim dan ad-Dailami)


Amalan 6.
Berbuat baik dan menolong orang yang lemah 

Berbuat baik kepada orang yang lemah, termasuk juga
menggembirakan dan membahagia orang tua, orang yang sakit, anak yatim dan fakir miskin, juga isteri dan anak-anak yang masih kecil.
Sabda Nabi Muhammad s.a.w.:
“Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki,
melainkan karena orang-orang lemah di kalangan kamu.”
(Riwayat Bukhari)

Amalan 7.
Tunaikan atau Penuhi  Kebutuhan orang lain 

Menunaikan atau memenuhi kebutuhan atau keinginan  orang,
menjadi sebab Allah melapangkan rezeki dalam bentuk yakni terpenuhinya hajat atau keinginan kita sendiri,
seperti sabda Nabi Muhammad s.a.w.:
“Siapa yang menunaikan hajat saudaranya maka Allah akan menunaikan hajatnya…”
(Riwayat Muslim)

Amalan 8.
Banyak bershalawat 

Ada hadist yang menganjurkan bershalawat jika hajat atau cita-cita tidak tertunai,
kerana shalawat itu dapat menghilangkan kesusahan, kesedihan,
shalawat itu dapat menghilangkan kesukaran serta meluaskan rezeki,
shalawat itu dapat menyebabkan terlaksananya semua hajat.
Wallahu a’lam.

Amalan 9.
Buat kebajikan sebanyak-banyaknya 

Ibnu Abbas berkata:
“Sesungguhnya kebajikan itu memberi cahaya kepada hati,
kemurahan rezeki, kekuatan jasad dan disayangi oleh makhluk yang lain.
Manakala kejahatan pun bisa menggelapkan rupa,
menggelapkan hati, melemahkan tubuh, sempit rezeki & makhluk lain mengutuknya. “

Amalan 10.
Beraktivitas Sepagi mungkin 

Menurut Nabi Muhammad s.a.w.,
berpagi-pagi (memulai aktivitas harian sebaiknya selesai solat Subuh berjemaah)
adalah amalan yang berkat.
Amalan 11.
Menjalin silaturrahim -
Nabi Muhammad s.a.w. bersabda:
“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dilambatkan ajalnya,
maka hendaklah dia menghubungi sanak-saudaranya. “
(Riwayat Bukhari)

Amalan 12.
Membiasakan selalu dalam keadaan berwudhu’ 

Seorang Arab badui menemui Nabi Muhammad s.a.w.
dan meminta pedoman mengenai beberapa perkara termasuk minta dimurahkan rezeki
Nabi Muhammad s.a.w. pun bersabda:
“Senantiasalah berada dalam keadaan bersih (dari hadas)
niscaya Allah akan memurahkan rezeki.”
(Diriwayatkan dari Sayyidina Khalid al-Walid)

Amalan 13.
Bersedekah 

Sedekah mengundang rahmat Allah dan menjadi sebab Allah membuka pintu rezeki.
Nabi Muhammad s.a.w. bersabda kepada Zubair bin al-Awwam:
“Hai Zubair,
ketahuilah bahwa kunci rezeki hamba itu ditentang Arasy,
yang dikirim oleh Allah azza wajalla kepada setiap hamba sekadar nafkahnya.
Maka siapa yang membanyakkan pemberian kepada orang lain,
niscaya Allah membanyakkan baginya.
Dan siapa yang menyedikitkan,
niscaya Allah menyedikitkan baginya.”
(Riwayat ad-Daruquthni dari Anas r.a.)

Amalan 14.
Membiasakan diri untuk solat malam (Solat Tahajud) 

Hadits menunjukkan bahwa amalan solat tahajjud memudahkan manusia untuk memperoleh rezeki,
menjadi sebab seseorang itu dipercayai dan dihormati orang
dan doanya dimakbulkan oleh Allah .

Amalan 15.
Membiasakan Solat Dhuha 

Waktu Solat Dhuha
- adalah 28 menit selepas waktu syuruk
- waktu syuruk = waktu terbit matahari
- waktu maksimum Dhuha ketika kurang lebih 15 menit sebelum masuk waktu dzuhur
Solat Dhuha lazimnya dilakukan disaat manusia sibuk dengan urusan dunia
Amalan ini mempunyai rahasia tersendiri yang Luar Biasa.
Firman Allah dalam hadis qudsi:
“Wahai anak Adam,
jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan 4 rakaat pada waktu permulaan siang
(solat Dhuha),
nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya.”
(Riwayat al-Hakim dan Thabrani)

Amalan 16.
Bersyukur kepada Allah 

Syukur artinya mengakui segala pemberian dan nikmat dari Allah .
Lawannya adalah kufur nikmat.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya!
Jika kamu bersyukur,
niscaya akan Aku tambahi nikmat-Ku kepadamu,
dan jika kamu kufur,
sesungguhnya azab-Ku amat keras.”

(Al-Quran, Surah Ibrahim, Ayat 7)
Allah berfirman lagi:
“… dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”
(Al-Quran, Surah Ali Imran, Ayat 145)

Amalan 17.
Amalkan zikir dan bacaan ayat Al-Quran tertentu 

Zikir dari ayat-ayat Al-Quran atau Asma’ul Husna (99 Nama Allah)
selain dapat menenangkan hati manusia,
malah dapat menjernihkan perasaan dan melunakkan hati,
amalan berzikir mengandungi fadilah khusus untuk
- keluasan ilmu
- terbukanya pintu hidayah,
- dimudahkan untuk memahami agama,
- diberi kemanisan iman
- dan dilapangkan rezeki.
Misalnya,
2 ayat terakhir Surah at-Taubah (ayat 128-129)
jika dibaca secara rutin 7 kali selepas solat fardhu,
dikatakan bisa menjadi sebab Allah lapangkan kehidupan dan murahkan rezeki.
Salah satu nama Allah ,
al-Fattah (Maha Membukakan)
dikatakan dapat menjadi sebab dibukakan pintu rezeki jika dibaca selalu;
misalnya dibaca
“Ya Allah ya Fattah” berulang-ulang,
diiringi doa:
“Ya Allah ,
bukalah hati kami untuk mengenali-Mu,
bukalah pintu rahmat dan pengampunan-Mu,
ya Fattah ya ‘Alim.”
Ada juga hadis menyebut,
siapa amalkan baca Surah al-Waqi’ah setiap malam,
dia tidak akan ditimpa kefakiran & kemiskinan selagi dia hidup di dunia ini.
Wallahu a’lam.

Amalan 18.
Berdoa 

Berdoa menjadikan seorang hamba dekat dengan Allah, bergantung dan mengharap pada rahmat dan pemberian dari-Nya.
Dalam Al-Quran,
Allah suruh kita meminta kepada-Nya,
niscaya Dia akan kabulkan.
Nota:
- tanggungjawab manusia untuk selalu berdoa kepada Allah (jangan berhenti dari amalan ini )
- kehendak Allah untuk memakbulkan apa saja permintaan manusia
- gabungkan formula doa ini dan berdoa di waktu mustajab (pukul 2~3 tengah malam)
Inilah buktinya…
Allah berfirman lagi:
“…dan tuhanmu berfirman,
berdoalah kepada-Ku,
niscaya akan Ku-perkenankan bagimu…”
(Al-Quran, Surah Ghafir, Ayat 60 )

Amalan 19.
Berikhtiar setelahnya 

Siapa yang berusaha, dia akan dapat.
Ini sunnatullah.
Dalam 1 hadis sahih dikatakan bahawa Allah berikan dunia kepada orang yang
dicintai-Nya dan yang tidak dicintai-Nya,
tapi nikmat agama Islam hanya Allah beri kepada orang yang dicintai-Nya saja.
(Riwayat Ahmad, Ibnu Abi Syaibah dan al-Hakim)
Bagi orang Islam yang beriman,
tentulah dia perlu mencari sebab-sebab yang bisa membawa kepada murah rezeki
dalam ruang lingkup yang lebih luas.
Misalnya,
Agar tenang saat membaca Al-Quran,
hendak dapat anak yang baik sehingga dididiknya sejak anak dalam kandungan,
hendak sehat maka dijaganya konsumsinya dan memakan makanan yang baik dan halal,
hendak dapat tetangga yang baik maka dia sendiri mesti berusaha jadi baik,
hendak dapat jodoh yang baik dia sendiri kena jadi baik terlebih dulu,
hendak rezekinya  berkat maka dijauhinya dari sumber yang haram,
dan sebagainya.

Amalan 20.
Bertawakkal 

Dengan tawakal,
seseorang itu akan dikaruniakan rasa kaya oleh Allah .
Firman-Nya:
“Barang siapa bertawakal kepada Allah ,
niscaya Allah mencukupkan (keperluannya) .”
(Al Quran, Surah At-Thalaq, Ayat 3)
Nabi Muhammad s.a.w. bersabda:
“Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal,
niscaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki,
ia pada waktu pagi hari lapar namun petang hari ia telah kenyang.”
(Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.)

Kesemua 20 amalan mulia yang telah disebutkan diatas,
adalah amalan-amalan yang membawa kepada takwa.
Dengan takwa,
Allah akan memberi
“jalan keluar (dari segala perkara yang menyusahkan) ,
dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak terlintas di hatinya.”
(Al-Quran, Surah At-Talaq, Ayat 2~3)
Pendek kata,
bagi orang Islam,
untuk murah rezeki dalam artikata yang sebenarnya,
kuncinya adalah berbuat amalan-amalan ketakwaan.
Amalan-amalan ini menjadi sebab jatuhnya kasih sayang Allah,
lalu Allah limpahi hamba-Nya dengan keluasan rezeki dan rasa kaya dengan
pemberian-Nya.

Selamat Beribadah

dan semoga amalan-amalan ibadah kita diterima oleh Allah,
dan mohonlah pada Allah,
supaya kita semua dapat berjumpa di galaksi SYURGA,
bersama-sama kita semuanya kekal di sana