Friday, August 29, 2014

8 Nama Surga dan 7 Nama Neraka dan Penjelasanya


SURGA 

1. Surga Firdaus
Mengenai surga firdaus ini, dalam Al Qur'an, surat Al Kahfi, ayat 107, Allah swt. telah menegaskan:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُ لاً.

"sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh bagi mereka adalah 'surga firdaus menjadi tempat tinggal".

Juga penegasanya dalam Al Qur'an, surat Al Mu'minuun, ayat 9-11.
وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ.أُولَٰئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ.الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ.
 
"Dan orang-orang yang memelihara shalat: Mereka itu adalah orang - orang yang akan mewarisi (yaitu) yang bakal mewarisi surga firdaus, mereka kekal di dalamnya".

2. Surga Adn
Surga 'Adn ini telah banyak sekali dijelaskan dalam Al Qur'an. yaitu sebagai berikut: Firman Allah swt. di dalam surat Thaaha, tepatnya ayat 76.

جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلاَ نْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ مَنْ تَزَكَّىٰ.
 
"(Yakni) surga 'Adn yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, didalamnya mereka kekal. dan itulah (merupakan) balasan bagi orang yang ( dalam keaddan ) bersih ( saat didunianya dari berbagai dosa )".
Firman-nya lagi didalam surat Shaad, ayat 50 :

جَنَّاتِ عَدْنٍ مُفَتَّحَةً اْلاَ لَهُمُ  بْوَابُ.
  
"(Yaitu) surga'Adn yang pintu - pintunya terbuka bagi mereka".

3. Surga Na'iim
Dalam Al Qur'an surat al Hajj, ayat 56. Allah swt. telah menegaskan :

الْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ.
 
" Maka orang - orang beriman dan mengerjakan amal shaleh ada di dalam surga yang penuh kenikmatan".
Firman-nya lagi dalam surat Al Luqman, ayat 8 :
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتُ النَّعِيمِ.
 
"Sesungguhnya orang - orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, bagi mereka bakal mendapat surga yang penuh kenikmatan".

4. Surga Ma'wa
Banyak sekali didalam Al Qur'an dijelaskan, antara lain :
Surat As Sajdah, ayat 19 Allah swt. menegaskan:

أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَىٰ نُزُلًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ.
 
"Adapun orang - orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. maka bagi mereka mendapat surga - surga tempat kediaman, merupakan pahala pada apa yang telah mereka:kerjakan".
Firman-nya lagi didalam surat An Naazi'aat, ayat 41:

فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ.

"Maka sesungguhnya surga ma'walah tempat tinggal(nya)".

5. Surga Darussalam
Mengenai surga Darussalam ini, telah banyak dijelaskan didalam Al Qur'an, diantaranya ialah : Dalam surat Yunus, ayat 25 :

وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَىٰ دَارِ السَّلَامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ.
 
"Dan allah meriyeru (manusia) ke Darussalam (yakni surga), dan memimpin orang yang dikhendaki-nya kepada jalan yang lurus".

6. Surga Daarul Muqoomah
Sesuai dengan penegasan allah swt. di dalam Al Qur'an, surat Faathir, ayat 34-35:
وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ ۖ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ.الَّذِي أَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهِ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ.

"Dan berkatalah mereka : Segala puji bagi allah yang telah mengapus (rasa) duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami adalah Maha Pengmpun lagi Maha Mensyukuri: Yang memberi tempat kami di dalam tempat yang kekal (surga) dan karunia-nya".

7. Surga maqoomul Amiin
Sesuai dangan penegasan Allah swt. didalam Al Qur'an, surat Ad Dukhan, ayat 51:

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ.

"sesungguhnya orang - orang yang bertawakal tinggal didalam tempat yang aman (surga)".

8. Surga Khuldi
Di dalam Al Qur'an tepatnya surat Al Furqaan, ayat 15, Allah swt. telah menegaskan :

 قُلْ أَذَٰلِكَ خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ الْخُلْدِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۚ كَانَتْ لَهُمْ جَزَاءًوَمَصِيرًا.

"Katakanlah : "Apa (siksa) yang seperti itu yang baik, atau surga yang kekal, yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa, sebagai balasan dan kediaman kembali mereka".

NERAKA 

1. Huthamah
Nama ini tercantum dalam Al-Qur'an Surat Al-Humazah (104) ayat 4-5. didalamya ditempati orang-orang yahudi.

كَلَّا ۖ لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ.وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ.

"Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah." Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? 
 
2. Hawiyah
Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Qori'ah (101) ayat 9-10.
فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ.وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ.

"Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? didalamnya ditempati orang-orang munafik dan orang-orang kafir".

3. Jahannam
Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat al-hijr (15) ayat 43.

وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ 
.
"Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya". 
 
4. Jahim
Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran surat As-Syu'araa (26) ayat 91.

وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ.

"Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat", didalamnya ditempati orang-orang musyrik".

5. Saqar
Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Muddatstsir (26) ayat 26-27,

سَأُصْلِيهِ سَقَرَ.وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُ.

"Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar. Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu?"
 Al-Quran Surat Al-Muddatstsir (26) ayat 42
 مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ.

"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" 

didalamnya ditempati orang-orang penyembah berhala.

6. Sa'ir
Nama neraka ini tercantum dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa' (4) ayat 10;
إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا ۖ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًا.


"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api menyala-nyala (Neraka)".
Surat Al-Mulk (67) ayat 5,

 وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ ۖ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ.

"Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala".

 Surat Al-Mulk (67) ayat 10,11 dan lain-lain.

وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ.

Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala". 

فَاعْتَرَفُوا بِذَنْبِهِمْ فَسُحْقًا لِأَصْحَابِ السَّعِيرِ.

Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.

Di dalamnya ditempati orang-orang Nasrani.

7. WailNama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surat Al-Muthaffifin, ayat 1-3.
 
وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang 

الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ

(yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, 

وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ

dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi..

Semoga kita masuk ke dalam salah satu Surga di atas, dan di haramkan Neraka bagi kita semua, Amin...

Mengenal Syariat, Tarekat, Hakikat, Makrifat

Terkadang kita dipusingkan dalam perbedaan antara Syari'at, Tarekat, Hakikat dan Makrifat. Sebenarnya apa itu semua, apakah itu sebuah kajian akademik ataukah sebuah dogma. Mari kita bedah satu persatu.


Syariat Islam adalah hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Muslim. Selain berisi hukum dan aturan, syariat Islam juga berisi penyelesaian masalah seluruh kehidupan ini. Maka oleh sebagian penganut Islam, syariat Islam merupakan panduan menyeluruh dan sempurna seluruh permasalahan hidup manusia dan kehidupan dunia ini. Sumber syariat adalah Al-Qur'an, As-Sunnah.

Tarekat (Bahasa Arab: طرق, transliterasi: Tariqah) berarti "jalan" atau "metode", dan mengacu pada aliran kegamaan tasawuf atau sufisme/ mistisme Islam. Di zaman sekarang ini, tarekat merupakan jalan (pengajian) yang mengajak ke jalan Ilahiyah dengan cara suluk (taqarrub) yang biasanya dilakukan oleh salik.

Hakikat (Haqiqat) adalah kata benda yang berarti kebenaran atau yang benar-­benar ada. Yng berasal dari kata  hak (al-Haq), yang berarti milik (ke­punyaan) atau benar (kebenaran). kata Haq, secara khusus oleh orang-orang sufi sering digunakan sebagai istilah untuk Allah, sebagai pokok (sumber) dari segala kebenaran, sedangkan yang berlawanan dengan itu semuanya disebut batil (yang tidak benar)

Makrifat berarti pengetahuan yang hakiki tentang Ilahiyah. Dengan orang menjalankan Syari'at, masuk Tarekat, kemudian ber-Hakikat untuk mendapatkan Makrifatullah sehingga menjadi hamba yang selalu mendekatkan diri setiap detik hanya ke Allah.

Lantas bagaimana jalannya

Seharusnya orang yang mengaku ber-Tarekat, ber-Hakikat dan ber-Makrifat harus berada didalam Syari'at.

Seharusnya perjalan spritual berasal dari Makrifat yang berarti berpengetahuan meluas dalam memahami Islam baik dalam Al-Qur'an, Hadis, Usul Fiqih, Balaghoh, 'Ard, dan Bahasa. Dengan keluasan makrifat orang akan mendapat Hakikat Ilahiyah yang melahirkan gerakan tarekat dan berujung pada inti Islam yang tidak lain Syari'at.

Perjalan Nabi Muhammad Saw dimulai dari ma’rifat, tarekat, hakikat dan akhirnya sampai pada syariat.

Makrifat adalah bertemu dan mencairnya kebenaran yang hakiki: yang disimbolkan saat Muhammad saw bertemu jibril, hakikat saat dia mencoba untuk merenungkan berbagai perintah untuk iqra, tarekat saat muhammad saw berjuang untuk menegakkan jalannya dan syariat adalah saat muhammad saw mendapat perintah untuk sholat saat isra mikraj yang merupakan puncak pendakian tertinggi yang harus dilaksanakan oleh umat muslim.

Munculnya istilah Tarekat, Hakikat, dan Makrifat dalam akademisi kajian Islam jauh setelah wafatnya Rasulullah Saw sekitar abad 5 Hijriyah. Sekitar zaman Hujjatul Islam Syeh Imam Al-Ghazaly Asy-Syafi'i yang menyendiri dari kajian ilmiyah (falsafah) setelah menulis Tahafut al-Falasifah. Kemuadian Al-Ghazali menjadi Sufi Sejati dengan menulis kitab sufi Ihya Ulumuddin. kemudian dunia Islam Timur Tengah tenggelam dalam sufi. Dan kemajuan Islam hanya di daerah Mongol, Turki, dan Spanyol yang diprakarsai Ibn Rusdi.

Tidak seharusnya seorang muslim sejati mengkotak-kotakan ini Syari'ah, ini Tarekat, ini Hakekat, ini Makrifat, karena yang berkata demikian hanyalah orang yang tidak banyak mengetahui ke-ilmuan Islam secara holistik.

Muslim Tidaklah Membenci Yahudi

Postingan ini di ambil dari islamindonesia.co.id dan berbagai sumber

Orang-orang Yahudi percaya pada superioritas ras mereka, karena mereka berpikir bahwa status mereka sebagai manusia pilihan Allah dapat berarti yang teragung.

Begitu banyak kesalahpahaman dan kecurigaan antara komunitas Yahudi dan Muslim selama bertahun-tahun merupakan fakta yang menyedihkan. Bahkan, ada beberapa faktor umum yang seharusnya bisa dijadikan dasar bagi kedua komunitas tersebut untuk berhubungan baik, justru di lapangan berbeda.

Sangat penting bagi Yahudi dan Muslim untuk percaya bahwa mereka ternyata saudara dalam konteks satu Tuhan alam semesta. Kedua agama ini mengajarkan perlunya mendirikan Hukum Allah di bumi, sehingga akan ada perdamaian dan harmoni yang berkembang di mana-mana.

Semua nabi Yahudi, termasuk Musa As. merasa terhormat dan dihormati oleh umat Muslim sebagai nabi Islam juga. Terutama menghormati Abraham (Ibrohim As.) yang Qur’an sebut sebagai "ummah" atau suatu bangsa bagi dirinya sendiri.

Memang, baik orang Yahudi ataupun Arab, keduanya merupakan keturunan Abraham ; Yahudi keturunan dari putra keduanya, Ishak As. Sedangkan Arab dari anak pertama, Ismael As. Kepada Musa, Tuhan Yang Maha Esa menganugerahkan Taurat, sebagaimana Dia menganugerahkan Injil kepada Yesus (Isa As.)

Begitulah Allah anugerahkan kitab suci sebagai pegangan utama umat manusia, yang kemudian diakhiri dengan turunnya Al Qur’an kepada Nabi Akhiruzzaman (Muhammad Saw.). Semua nabi tersebut diutus oleh Allah, dan agama yang mereka ajarkan pada dasarnya agama yang sama, yaitu ketundukan kepada Tuhan (yang merupakan arti dari kata "Islam").
Sayangnya, dengan bergulirnya waktu, umat Yahudi dan Muslim ini tidak malah menyebarkan pesan saling mencintai, tapi sebaliknya, menebarkan rasa saling permusuhan selama berabad-abad.
Alasannya?

Orang-orang Yahudi mengklaim bahwa keturunan Abraham lah yang layak mewarisi tanah Kanaan (Palestina) yang konon Yehuwa telah berjanji akan memberikan "benih" itu kepada keturunan Abraham. Ayat yang relevan dalam Taurat mengatakan :

Dan Aku akan memberikan kepada kalian, dan benih (keturunan) kalian, tanah dimana kalian merupakan orang asing. Di tanah Kanaan, untuk menjadi milik abadi; dan Aku akan menjadi Tuhan mereka. Kemudian Tuhan berkata kepada Abraham, oleh karena itu engkau, dan para keturunan mereka harus menjaga janjiKu ini. (Genesis 17: 8, 9).
Orang-orang Arab adalah keturunan nabi Ibrohim, dari putra sulungnya bernama Ismail, yang merupakan anak seorang budak bernama Hajar (isteri kedua). Sedangkan orang-orang Yahudi adalah keturunan dari putra keduanya, Ishak—yang merupakan anak dari isteri pertamanya, Sarah. Orang-orang Yahudi mengklaim bahwa keturunan Ismail tidak punya hak untuk mendapatkan "Tanah Perjanjian", karena Ismail adalah anak dari seorang budak bernama Hajar.
Kompleksitas masalah itu timbul karena adanya klaim. Dalam Kitab Devarim (Ulangan), buku keenam Alkitab, dalam Bab 21, berbunyi:

"Jika seorang pria memiliki dua istri, satu yang dikasihi, dan satunya tidak. Dan keduanya melahirkan keturunan, dan keturunan pertama berasal dari rahim istri yang dibenci: Maka ketika ia hendak mewariskan hartanya kepada keturunannya, ia harus memberikan porsi dua kali lipat untuk diwariskan kepada keturunan dari istri yang dibenci, karena ia adalah permulaan dari kekuatan; hak-hak untuk menjadi pewaris adalah miliknya." (Deuteronomy 21: 15 -17).
Jelaslah di sini bahwa status ibu tidak menghilangkan hak-haknya anak sulung. Orang-orang Yahudi mengesampingkan aturan ini yang termaktub dalam kitab Taurat, hanya untuk menyangkal hak keturunan Ismail.

Orang-orang Yahudi percaya pada superioritas ras mereka, karena mereka berpikir bahwa status mereka sebagai manusia pilihan Allah dapat berarti yang teragung. Qur’an menyebutkan sangat jelas bahwa Bani Israel adalah manusia pilihan Allah dalam surat Al Baqarah ayat 47 (Hai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat).
Tapi Qur’an menolak anggapan bahwa ini berarti bahwa Allah menganggap orang-orang Yahudi sebagai pilihan-Nya dan merendahkan orang lain, (lihat Al-Jumu’ah 62:6-7). Status khusus mereka hanya berarti bahwa Allah memilih mereka sebagai pembawa pesan-Nya yang khusus; karena Dia memilih dari mereka sejumlah besar nabi, misalnya.

Sebagai sebuah komunitas, orang-orang Yahudi lengah dari misi yang dipercayakan kepada mereka, dan sangat santai dalam hal ketaatan kepada Allah dan nabi-Nya. (Keluaran 32 : 1-9)

Ini termaktub dalam Perjanjian Lama Alkitab. Muslim mengatakan ini merupakan alasan mengapa Tuhan membuat mereka terus mengalami kesulitan yang parah.

Pada abad ke-19, mengikuti tren di Eropa, orang di seluruh dunia mulai menyebut diri sebagai bangsa dan menuntut hak-hak nasional. Pada saat ini, orang-orang Yahudi yang hidup sebagai warga negara yang berbeda bisa saja tetap tinggal di negara masing-masing, sebagai orang-orang Kristen dan Muslim.

Tapi ada dua faktor yang akhirnya membuat mereka (Yahudi) melawan ini ; pertama, kesadaran mereka atas Tanah Perjanjian yang telah menyeru agar semua orang Yahudi kembali ; dan kedua, kepahitan yang mereka rasakan terhadap tanah di mana mereka telah diperlakukan sebagai orang buangan sejauh ini. (Karen Armstrong : The Battle for God, Harper Collins, London, 2001, hal 150)

Inilah yang menjadi latar belakang munculnya gerakan Zionis; dan orang-orang Yahudi yang mulai tergabung dalam aksi Zionisme mengidentifikasi Palestina sebagai tempat untuk negara baru mereka dan memulai gelombang imigrasi dari Eropa.
Pada saat itu, Palestina merupakan bagian dari Kekaisaran Ottoman. Sampai awal abad ke-20, kebanyakan orang Yahudi yang tinggal di Palestina mengamati praktek-praktek keagamaan tradisional, menghabiskan waktu mereka untuk mempelajari teks-teks agama.

Keterikatan mereka terhadap tanah itu lebih kepada agama ketimbang nasionalisme, dan mereka tidak terlibat dalam gerakan Zionis, yang dimulai oleh orang-orang Yahudi Eropa—yang kebanyakan nasionalis sekuler dan dipengaruhi oleh ide-ide tentang hak-hak kolonial Eropa untuk mengklaim dan mendapatkan bagian mereka." (Armstrong , hal. 150)

Zionis mengajukan banding ke keagamaan Yahudi di mana mereka percaya pada hak atas Tanah Perjanjian, dan mampu mendapatkan dukungan untuk menyusup ke tanah Palestina dan membentuk negara Israel pada tahun 1948.

Pada saat itu Israel mendapat persetujuan PBB. Namun, Zionis Israel mulai menentang resolusi PBB satu demi satu untuk mencaplok lebih dan lebih dari tanah Arab ke Israel. Dan dalam proses ini, mereka secara brutal membunuh ribuan orang Palestina, wanita dan anak-anak, menghancurkan rumah, kebun, toko-toko dan tempat kerja lainnya dengan mengabaikan kritik dunia.

Di Tepi Barat dan Gaza, pemerintah Israel dijatuhkan hukuman kolektif pada warga Palestina seperti jam malam, penghancuran rumah dan penutupan jalan, sekolah dan lembaga masyarakat. Ratusan aktivis Palestina dideportasi dan puluhan ribu hektar tanah Palestina disita.

Penyiksaan tahanan Palestina telah menjadi praktek umum, dan puluhan orang telah meninggal dalam tahanan akibat penyalahgunaan atau kelalaian. Dan Israel telah membangun ratusan pemukiman di tanah Palestina dan diizinkan ratusan ribu warga Yahudi sendiri untuk pindah ke sana, menentang hukum internasional. (Armstrong, hal. 150)

Pendudukan sistematis ini mengakibatkan semakin banyak tanah Arab yang dicaplok oleh Israel dengan bantuan tangan Amerika Serikat. Sangat menarik untuk dicatat bahwa Israel terus mengubah perbatasan karena membutuhkan lebih banyak dan lebih banyak lahan untuk ekspansi yang direncanakan dengan mengorbankan rakyat Palestina.

Intifadah (Pemberontakan) dari Palestina merupakan usaha pertempuran terakhir dari orang-orang yang memperjuangkan hak-hak asasi manusia mereka. Namun media dunia memutarbalikkan fakta dengan memberitahu cerita yang berbeda kepada dunia.

Orang-orang Amerika yang mendukung klaim rasis Israel tidak punya keraguan sama sekali dalam mendanai dan mempersenjatai Israel guna mencaplok tanah Palestina, kata Ramzi Kysia, anggota Gerakan Free Gaza.

"Karena pengepungan, delapan puluh persen keluarga di Gaza kini bergantung pada bantuan pangan internasional hanya untuk dapat makan, mendapatkan air untuk sebagian besar rumah tangga yang hanya bertahan empat sampai enam jam sehari. Pusat pengolahan limbah tidak lagi berfungsi benar. Kondisi kemanusiaan dari satu setengah juta pria, wanita, dan anak-anak secara ilegal dipenjara di Gaza sedang berada pada titik terburuk dalam empat puluh tahun terakhir pendudukan Israel."

Patrick O'Connor, seorang aktivis Gerakan Solidaritas Internasional menyatakan tentang Gaza : "Konflik di sini didorong oleh pemenjaraan orang, pencurian tanah mereka dan pengingkaran hak-hak dasar mereka yang merupakan kebijakan Israel, dan keterlibatan AS, yang membuat rakyat putus asa dan meredupkan harapan mereka untuk berdamai dalam waktu dekat."

Hal di atas semacam meringkas alasan di balik permusuhan yang hadir antara Israel dan dunia Muslim. Tetapi pada saat yang sama, kita tidak boleh lupa ribuan orang Yahudi yang tulus yang percaya pada hak Palestina untuk tanah rumah mereka dan impian perdamaian di mana kedua kelompok dapat hidup sebagai saudara.

Islam mengajarkan bahwa umat Islam harus memperlakukan orang-orang Yahudi—bersama dengan orang-orang Kristen—sebagai Ahl al-Kitab (Ahli Kitab) dan menghormati mereka sebagaimana kita menghormati saudara kita sendiri. Itu adalah pandangan Islam tentang Yahudi pada umumnya, kekejaman Zionis sekalipun.
Bukankah Rasul bersabda, bahwa kita tidak akan dikatakan beriman bila tidak bisa mencintai saudara sesama makhluk sebagaimana kita mencintai diri sendiri? Lantas, mengapa harus membenci? Bukankah rahmat dan pengampunan Allah (pun) jauh lebih besar ketimbang murka-Nya?
Mari kita menebarkan pesan cinta, agar tercipta perdamaian di bumi. [LS]

Sumber: Muslimvillage/Berbagai sumber.

Membedah ISIS

Postingan ini di ambil dari Islamindonesia.co.id




Antara kalkun, ubur-ubur, serigala dan hyna. Mana yang lebih mirip dengan ISIS?

Untuk persisnya, tidak ada. Namun kelompok ini mungkin lebih pas disebut monsters. Mereka tak sekadar membunuh musuhnya, lalu puas. Tidak. Standar mereka: menyalip, menggorok, memenggal, menyeret jasad musuh-musuhnya keliling kota. Dalam beberapa kasus, mereka bahkan, maaf, merebus korban-korbannya. Kalau mau sedikit berkhayal, mereka mungkin pas disejajarkan dengan kanibal Orc dalam film Lord of The Rings. Sebab di Suriah, misalnya, mereka tak segan membantai kelompok-kelompok sekubu yang mereka anggap khianat dan ‘kurang murni’ keislamannya, seperti Jabhat Al Nusra.

Tapi mereka ini Muslim, bukan? Kok …?

Yup, inilah paradoksnya. Kebejatan ISIS bahkan menjadikan organisasi teror sekelas Al Qaeda seperti segan dan memilih menjauh. Dalam sejarah Islam modern, ISIS mungkin kelompok pertama yang menghadirkan ‘sentuhan’ Hollywood dalam semua kebejatannya: mereka merekam eksekusi mati, pemenggalan dan aneka rupa penyiksaan di depan kamera dan mengunggahnya di Internet. Di hampir semua rekaman video itu, ISIS, ironisnya, tak lupa menyelipkan takbir dan aneka tasbih. Ini termasuk saat mereka membuang jasad yang mereka penggal ke jurang. Beberapa analis menduga semua kebejatan itu memang sengaja mereka niatkan untuk mendudukkan teror ke level paripurna.

Betulkah mereka hanya menyasar kaum Syiah?

Salah besar. Kelompok ini sama sekali tak punya penghormatan pada apapun yang dianggap suci oleh umat beragama manapun: nyawa, perempuan, anak-anak, bangunan-bangunan suci. Semuanya hancur dan berdarah-darah di tangan mereka. Kalau mau jujur, praktis tak ada agama, mazhab, suku dan negara yang aman dari kelompok ini. Di Suriah, mereka membom gereja dan membongkar makam-makan suci, membunuh pastur dan biarawati. Di Mosul, kawasan yang notabene mayoritas Sunni di Irak, justru ulama dan orang-orang biasa yang pertama kali tempias di tangan ISIS.

Apa benar mereka juga bercita-cita menghancurkan Ka’bah?

Yup. Itu masuk dalam ‘daftar belanjaan’ mereka lepas sukses menghancurkan sejumlah makam Nabi dan sahabat Rasulullah saw di Suriah dan Irak.

Dari mana dan bagaimana memahami semua kegilaan ini? Lalu, kenapa pula ada banyak orang yang bersimpati pada ISIS?

Pertanyaan yang bagus. Banyak analis di Timur Tengah belakangan kian bulat dan sepakat bahwa ISIS ancaman eksistensial umat manusia. Memang, secara militer, mereka punya banyak kelemahan. Tapi kelompok ini mudah menemukan nafas kehidupan, termasuk tak terhitung suplai ‘kader’, di tengah komunitas Muslim yang mentolerir intoleransi, gemar menafikan dan mengkafirkan kelompok yang dianggap tak sejalan – dan ini, sayangnya, termasuk di Indonesia. So, sepanjang ideologi ISIS tak terkalahkan, maka sepanjang itu pula ada ancaman serius untuk umat manusia.

Ada penjelasan khusus kenapa kelompok ini seperti terobsesi menancapkan kuku di Suriah dan Irak?

Ini juga soal menarik. Bila mau jujur, kelahiran ISIS bermiripan dengan pola hadirnya kanker zionisme di Palestina. Kita tahu Zionisme berhasil memobilisasi Yahudi dari seluruh dunia untuk bermigrasi ke Palestina dengan dalih Palestina adalah ‘tanah yang dijanjikan’. Dalam kasus ISIS, juru propapaganda kelompok kini membawa sejumlah hadis yang intinya Suriah adalah tempat yang dijanjikan Rasulullah sebagai awal kebangkitan Islam. Dalil inilah yang, pada gilirannya, menjustifikasi kehadiran dan mobilisasi jihadis dari berbagai belahan dunia.

Apakah Amerika Serikat dan Israel punya saham di balik kelompok ini, mengingat mereka tak perlu lagi turun tangan langsung melemahkan kekuatan perlawanan di Suriah dan Irak?

Sejumlah analis menggaungkan pendapat seperti itu. Meski faktanya tak ada bukti keras kaitan langsung antara intelijen Amerika Serikat dan ISIS. Yang jadi pengetahuan umum sejauh ini sebatas bahwa Abubakar Al Baghdadi, sosok misterius yang kini jadi bos besar ISIS, dulunya adalah tahanan spesial serdadu Amerika Serikat saat masih bercokol di Irak. Beberapa foto yang tidak terverifikasi di Internet juga mengisyaratkan Al Baghdadi adalah agen intelijen Israel. Kendati, lagi-lagi, semua ini masih sebatas rumor.

Mobilisasi jihadid dari seluruh dunia bukan urusan tahu-tempe, jelasnya. Sudah adakah studi komprehensif tentang siapa yang membandari kelompok ini?

Bila berpegang pada pernyataan Menteri Luar Negeri Jerman, jawabannya jelas: Qatar. Tapi di Timur Tengah, nampaknya sudah rahasia umum kalau Arab Saudi, Kuwait dan Turki adalah kasir royal ISIS. Memang, kelompok ini punya cara sendiri mengumpulkan modal lewat aksi pembajakan mobil, perampokan bank, pemerasan, penculikan untuk tebusan. Setahun terakhir, mereka juga mulai berbisnis minyak mentah, menjual murah hasil ladang-ladang minyak yang mereka kuasai di Suriah dan Irak. Sebagian analis berspekulasi keuntungan ISIS per hari mencapai US$ 1 juta. Tapi ada pula yang menaksir $ 2-4 juta per harinya.

Kapan kelompok ini menemukan ketenangannya? Adakahkah target pasti mereka?

Agak sulit menjawab pertanyaan ini. Dari sisi suplai, ISIS tetap punya nafas panjang selama ideologi intoleransi masih bercokol di tengah Muslimin. Kelompok ini juga bakal terus mengharu-biru benak dunia selama negara-negara yang membandari mereka tetap royal. Dari sisi tujuan, ISIS menyasar wilayah kekhalifaan yang besar, antara sungai Eufrat dan Laut Tengah. Ini target raksasa mengingat wilayah itu berarti mencakup sebagian Suriah, Libanon, Yordania, Palestina dan tenggara Turki. Terlebih bila melihat rencana jangka panjang kelompok ini merentangkan kekhalifahan hingga wilayah Iran, China, Jazirah Arab, sebagian Afrika sampai Spanyol, juga Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Friday, June 27, 2014

Seputar Ramadhan (1)



KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN
Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 177 :



Artinya : “Orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan peperangan, mereka itulah orang-orag yang benar imannya dan merekalah orang yang bertakwa.”

Marhaban wa-ahlan yaa romadhoonu

Artinya : “Selamat datang ya Ramadhan”

Ucapan itulah yang senantiasa harus disampaikan oleh setiap umat islam dalam tamu mulia, yaitu bulan Ramadhan. Bulan yang dinantikan kehadirannya oleh setiap muslim dan muslimat dalam suasana keistimewaan.
Ramadhan adalah bulan yang dirindukan umat beriman. Sebab dalam bulan yang berkah itu Allah SWT banyak memberikan kenikmatan dan kebaikan.

RAMADHAN BULAN MULIA
Beberapa nama lain Ramadhan menunjukan kemuliaan dan keutamaan bulan ini. Ia dinamakan syahrul Mubarak, karena didalamnya banyak terdapat barakah Allah Ta’ala. Disebut syahrul fathi, karena didalamnya terdapat kemenangan umat islam atas nafsunya. Kemenagan hak atas kebatilan. Kemenangan keimanan atas kekufuran. Disebut juga syahrul ‘adzim, karena agung dan mulia. Juga dinamakan syahrul qur’an, karena pada bulan ini Al Qur’an diturunkan, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 185 :



Artinya : “Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan dari petunjuk itu, serta pembeda antara haq dengan yang bathil”.

Kemuliaan lain yang dimiliki oleh bulan Ramadhan adalah adanya malam kemuliaan (Lailatul qadar). Dalam bulan suci ini Allah Ta’ala melipatgandakan pahala kebaikan. Amalan sunnah dinilai dengan amalan wajib. Amalan wajib dilipatgandakan sampai tujuh puluh kali lipat. Di dalam bulan Ramadhan ini seluruh umat islam di berbagai tempat melaksanakan ibadah wajib, yakni puasa/shaum Ramadhan.

Shaum memiliki nilai pendidikan yang amat tinggi. Sejak dari menahan nafsu yang selalu bergejolak, membiasakan disiplin dalam taat beribadah dan bekerja, bahkan menumbuhkan rasa kebersamaan (ta’awun) dan persatuan.

Hal yang amat dijaga dan diarahkan kepada yang baik ketika sedang melakukan shaum adalah dorongan syahwat perut dan kemaluan. Dua hal yang sering menjerumuskan manusia. Karena itu makan minum dan melakukan hubungan antara suami istri pada siang hari di bulan Ramadhan bisa membatalkan puasa.

Syahwat perut dan kemaluan merupakan dua hawa nafsu yang paling kuat pada diri manusia. Jika ia dierturutkan, banyak menjerumuskan manusia ke dalam lembah nista. Tentunya korupsi, pungli, ketidakadilan, penyalah gunaan kekuasaan, pelanggaran terhadap hak asasi seseorang, sering terjadi karena syahwat perut dan kemaluan.

Dalam bulan Ramadhan ini umat islam dididik secara efektif untuk menjadi orang-orang yang bersih jiwanya sehingga melahirkan amal dan perbuatan terpuji. Puasa tidak sekedar aktifitas fisik, meninggalkan makan dan minum, dan hubungan suami istri, bukan sekedar kegiatan rutin setiap bulan Ramadhan. Lebih dari itu puasa adalah pengendalian diri dan penghambaan (Ubudiyah) mutlak kepada Allah dengan jalan taat sepenuhnya kepada sya’riat islam (peraturan hukum islam).

PUASA RAMADHAN DAN JIHAD
Banyak kaum muslimin yang kurang menyadari peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di bulan Ramadhan. Padahal menilik sejarah, bulan Ramadhan memiliki nilai sejarah dan perubahan yang besar dalam pasang surutnya dakwah islamiah.
Di antara peristiwa-peristiwa itu adalah turunnya Al Quran, terjadi Perang Badar, pembukaan kota Mekkah, terjadi sebagian rentetan Perang tabuk pada tahun kesembilan Hijriah, penyiaran agama islam di Yaman pada tahun kesepuluh Hijriah, peristiwa ‘ainu jalut dan pembukaan kota Andalus.
Perang Badar terjadi pada tanggal tujuh belas Ramadhan pada tahun kedua Hijriah selama tiga hari. Inilah perang besar pertama dan konfrontasi langsung dua seteru besar. Antara pembela panji-panji tauhid, Rasulullah dan kaum muslimin melawan pendukung kemusrikan dan kejahiliahan Quraisy. Sekitar tiga ratus pasukan mukminin dengan persenjataan lengkap dan logistic yang memadai. Inilah perang hidup atau mati yang mentukan nasib islam dan umat islam.
Sejarah mencatat, pasukan kecil kaum muslimin itu yang ditopang dengan iman yang kokoh, semnagat yang tinggi dan rasa tawakal yang penuh keberhasilan mengalahkan kafir Quraisy yang besar.

Firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah 249 :


Artinya : “Dan betapa banyak pasukan yang sedikit mengalahkan golongan yang banyak (besar) dengan izin Allah”.

Sedangkan peristiwa pembukaan kota Mekkah sepuluh ribu pasukan mukminin dipimpin langsung oleh Nabi menaklukan Mekkah tanpa perlawanan. Mekkah Quraisy di kala di kuasai Quraisy yang sebelumnya tampak seakan-akan kuat dan besar, hari itu ibarat bangunan tanpa penyaggah. Rapuh tanpa kekuatan. Sesungguhnya kemenangan atas Mekkah, puncak keberhasilan Nabi menggerogoti kekuatan kafir dari dalam. Selama ini sudah banyak sekutu-sekutu Quraisy di Jazarah Arab yang dikalahkan oleh Nabi SAW. ada yang melalui penaklukan dengan taktik serangan mendadak (mughattah) ada pula yang melalui perjanjian damai, hubungan dagang dan sebagainya. Hingga praktis basis-basis kekuatan Quraisy dikuasai oleh Nabi dan kaum mukminin.

Banyak peperangan menegakkan agama islam terjadi di bulan Ramadhan. Banyak pula mujahidin dalam keadaan berpuasa, ketika menghadapai musuh di medan perang, ada juga kemudian yang berbuka karena tak kuat. Di dalam keduanya terdapat kebaikan.
Muhammad bin Hanafiyah meriwayatkan : Aku melihat Abu Amr Al Anshari ketika terkena panah, beliau berkata kepada pelayannya. “Tutuplah aku denga perisai”, sambil mencabut panahnya dengan pelan sampai dia wafat sebelum matahari terbenam dan beliau waktu itu dalam keadaan shaum.

Pada hari kelima terakhir bulan Ramadhan tahun kedelapan Hijriah Khalid bin Walid menyerbu tempat peribadatan Tuhan ‘Uzza di sebuah kebun kurma, seraya berkata kepada Nabi:

Tilkal ‘uzzaa walaa tu’badu Abadan.
Artinya : “Itu Dia Tuhan Uzza dan tak akan pernah disembah selamanya.”

Dan pada tahun kesembilan Hijriah orang-orang Bani Tsaqif dari Thaif datang menemui Rasulullah hendak masuk islam, sekaligus pada tahun itu pula mereka menghancurkan patung Tuhan Lata yang sebelumnya mereka sembah.

Tidak lupa pula pada tahun 479 Hijriah tanggal 25 Ramadhan bertepatan Jumat terjadi peristiwa Zallaqah (ketika Sahl berada di suatu tempat dekat Portugis) atau yang disebut dengan hari Urubah dan Islam, pada waktu itu tentara islam di Andalusia di bawah komando Yusuf bin Tasyifiin menang atas tentara Faranjah yang jumlahnya mencapai 1000 tentara di bawah komando Faunus.

Pesistiwa ‘ainu Jalut (sebuah tempat terletak di antara Bisan dan Nabilus) terjadi pada Jumat pagi, tanggal 15 ramadhan, tahun 658 Hijriah bertepatan dengan tanggal 3 ailul (September) tahun 1260 Miladiyah di bawah pimpinan Sultan Quthr sebagai sultan raja-raja Mesir, setelah berteriak dengan lantang “WAISLAAMAH” dan menang atas Mongol yang mundur karena tidak dapat menguasai sehingga pada akhirnya Sultan Quthur dapat menyatukan Mesir dengan Syam.

Dan merupakan peristiwa penting juga ialah pembukaan kota Andaulus yang terjadi tanggal 28 Ramadhan tahun 92 Hijriah bertepatan dengan tanggal 19 Juli tahun 711 Miladiyah, di bawah komando Thariq bin Ziyad setelah ia dapat mengusir (mendudukan) Rudrik sebagai pucuk pimpinan tentara-tentara Quuth di Hasimah yang kemudian yang kemudian dikenal dengan peristiwa “Buhairah”. Setelah ia menguasa Jabal Thariq lalu ia bakar perahunya, seraya berkata di hadapan para tentaranya” “Lautan luas ada di belakang kalian dan musuh-musuh itu datang dari hadapan kalian.” Dan setelah beres ia juga membuka kota Qurnathah serta Thalithalah sebagai benteng pertahanan kota Andaluisa.

bersambung...

Seputar Ramadhan (2)


RAMADHAN BULAN FURQAN
Pada masa kekhalifahan pelanjut perjuangan dakwah Rasulullah, program dakwah dan perluasan wilayah tak pernah mengalami istirahat karena datangnya Ramadhan. Perluasan ke timur dan ke barat, utara dan selatan berjalan terus dengan penuh semangat.

Panglima besar Khalid bin Walid pernah menghabiskan masa Ramadhan 12 Hijriah untuk suatu pengepungan kota Al firadh, kota yang terletak di perbatasan Irak dan Syria yang dipertahankan oleh suku Tighlab Iyyad dan Tammar dan diperkuat pula oleh sekutu mereka dari Parsi dan Bizamtium (Roma Timur). Gema takbir akhirnya bersahutan memenuhi seluruh penjuru kota setelah melalui pertempuran dasyat. Gema takbir sebagai tanda kemenangan atas orang kafir. Dan Thariq Atthabari mencatat pihak musuh menderita kerugian mendekati 100.000 jiwa melayang.

Selain itu Ramadan juga melahirkan sikap furqan (pembeda). Jika seorang mukmin atau muslim melakukan shaum, tapi tidak melahirkan sikap furqan, maka shaum itu tidak memiliki atsar (bekas) dan itu berarti tidak ada mamfaatnya, semakin tinggi tingkat shaum seseorang, maka ia akan semakin memiliki jiwa furqan yang tinggi. Mereka (mukmin) akan semakin sensitif melihat hal-hal yang bertentangan dengan syari’ah dan aqidah. Sosok mukmin yang memiliki sikap furqan itu di dalam pribadinya selalu menjaga tubuhnya agar selalu bersifat furqan (dapat membedakan yang baik dan yang buruk).

Di antaranya yang harus dijaga adalah:
1.      Penglihatan yang furqan adalah penglihatan yang tidak pernah melihat aurat lawan jenisnya . selalu mendudukkan pandangan terhadap pria atau wanita yang memang bukan muhrimnya.
2.    Pendengaran yang furqan adalah pendengaran yang diarahkan untuk menangkap informasi kebenaran. Tidak mau menerima fitnah, gunjingan dan keterangan-keterangan yang batil.
3.     Mulut dan lidah yang furqan selalu mengucapkan hal-hal yang baik. Mengajak orang ke jalan Allah, tidak mau bicara yang keji dan mungkar, atau yang tidak bermanfaat.
Tidak mau terlibat omongan dusta, gunjingan, fitnah dan sebagainya.
4.  Tangan yang furqan selalu siap menyumbangkan tenaga bagi tegaknya al-haq, memberi sedekah hingga yang kiri tidak tahu aktivitas yang kanan, memberi manfaat kepada manusia dengan menghasilkan karya-karya yang baik dan berguna. Tidak dipergunakan untuk menyakiti atau merusak.
5.      Kaki yang furqan, senantiasa berjalan ke tempat-tempat yang di ridhai Allah SWT. dan member manfaat pada masyarakat. Tidak pergi ke tempat maksiat yang dibenci Allah SWT.
6.  Perut yang furqan tidak mau menerima makanan yang haram dzatnya, sifatnya maupun akibatnya. Ia hanya makan makanan yang jelas halalnya serta tidak berlebihan
7.    Farji atau kemaluan yang furqan selalu terpelihara dari perbuatan zina, baik terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi. Hanya berhubungan dengan yang di halalkan oleh Allah melalui jenjang pernikahan yang sesuai dengan syari’at islam

Untuk mencapai tujuh unsure itu mesti dengan pembinaan dan pendidikan yang insentif. Pola pendidikan ini meliputi bidang akal, roh dan amal.
Roh di sibukan dan di isi dengan berhubungan kepada Allah. Akal senantiasa menampung fikrah (ide) yang mengerti mana yang batil dan mana yang tidak. Amal senantiasa harus selaras dengan hati dan pemikiran yang islami. Begitulah cara mencapai sikap furqan yang dapat dilakukan pula melalui puasa dalam Ramadhan.

RAMADHAN BULAN TARBIYAH
Ramadhan benar-benar merupakan bulan pembinaan (tarbiyah) bagi kaum muslimin. Di dalamnya Allah SWT menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya bagi manusia untuk mendekatkan diri kepada Nya. Dengan amalan-amalan yang pahalnya berlipat ganda. Pembinaan ini merupakan salah satu karakter Ramadhan, selain menjadi bulan jihad dan furqan, ia juga bulan tarbiyah.

Assyaikh Sayyid Hawwa rahimatullaahu berkata : “Pada hakikatnya Ramadhan merupakan madrasah, jika orang yang berpuasa pandai memanfaatkannya tidak seperti sebelumnya Ramadhan adalah madrasah, tempat seorang mukmin mempebarui ikatan-ikatannya dengan islam dalam dirinya dan mengambil bekal yang dapat menutupi segala kekurangan sebelumnya.”

Dengan tarbiyah Ramadhan ini semakin baik kehidupannya, baik secara individu dalam bentuk meningkatkan ikatan persaudaraan dan silaturahmi. Yang menandai Ramadhan ini sebagai Bulan Tarbiyah adalah turunnya Al Qur’an. Kata pertama turun adalah Iqra’ (bacalah). Maksudnya memperlajari, menghayati dan mengamalkan dalam perbuatan.

Allah swt berfirman dalam surat Ali imran ayat 79 :


Artinya : “Tidak, wajar bagi seseorang yang di berikan kepadanya alkitab hikmah dan kenabian, lalu berkata kepada manusia: hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembah selain Allah, tetapi ia berkata : Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani karena kamu selalu mengajarkan al kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya”.

Kebaikan Ramadhan yang merupakan latihan dan pendidikan bagi jiwa dan roh mukminin adalah qiyamullaili (shalat tarawih) dan I’tikaf di masjid. Dengan qiyamullail ini roh mukminin dan mukminat akan mendapatkan kekuatan spiritual yang maha dahsyat dalam menghadapi berbagai gelombang ujian dan cobaan dalam situasi dan kondisi apapun.

Kebaikan bulan Ramadhan juga memberikan bimbingan agar umat islam senantiasa menjadi umat yang pemurah dan dermawan, denga sikap member lebih banyak dalam menjalankan kewajiban dari menuntut hak semata-mata. Berilah pertolongan kepada kaum yang lemah. Bersihkan jiwa dan harta dengan membayar zakat firah dan maal, berikan shadaqah dan infaq di jalan Allah untuk pembangunan masjid, madrasah dan berbagai kegiatan dakwah islamiah. Semoga bulan suci Ramadhan benar-benar memberikan berkah dan rahmat kepada seluruh umat islam. Amin, yaa rabbal alamin..

Sumber : Tuntunan Ibadah Puasa,

Sairudin, A. Shomad Robith, Drs. Zainal Alim