Friday, June 27, 2014

Seputar Ramadhan (1)



KEISTIMEWAAN BULAN RAMADHAN
Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 177 :



Artinya : “Orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan peperangan, mereka itulah orang-orag yang benar imannya dan merekalah orang yang bertakwa.”

Marhaban wa-ahlan yaa romadhoonu

Artinya : “Selamat datang ya Ramadhan”

Ucapan itulah yang senantiasa harus disampaikan oleh setiap umat islam dalam tamu mulia, yaitu bulan Ramadhan. Bulan yang dinantikan kehadirannya oleh setiap muslim dan muslimat dalam suasana keistimewaan.
Ramadhan adalah bulan yang dirindukan umat beriman. Sebab dalam bulan yang berkah itu Allah SWT banyak memberikan kenikmatan dan kebaikan.

RAMADHAN BULAN MULIA
Beberapa nama lain Ramadhan menunjukan kemuliaan dan keutamaan bulan ini. Ia dinamakan syahrul Mubarak, karena didalamnya banyak terdapat barakah Allah Ta’ala. Disebut syahrul fathi, karena didalamnya terdapat kemenangan umat islam atas nafsunya. Kemenagan hak atas kebatilan. Kemenangan keimanan atas kekufuran. Disebut juga syahrul ‘adzim, karena agung dan mulia. Juga dinamakan syahrul qur’an, karena pada bulan ini Al Qur’an diturunkan, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 185 :



Artinya : “Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan keterangan-keterangan dari petunjuk itu, serta pembeda antara haq dengan yang bathil”.

Kemuliaan lain yang dimiliki oleh bulan Ramadhan adalah adanya malam kemuliaan (Lailatul qadar). Dalam bulan suci ini Allah Ta’ala melipatgandakan pahala kebaikan. Amalan sunnah dinilai dengan amalan wajib. Amalan wajib dilipatgandakan sampai tujuh puluh kali lipat. Di dalam bulan Ramadhan ini seluruh umat islam di berbagai tempat melaksanakan ibadah wajib, yakni puasa/shaum Ramadhan.

Shaum memiliki nilai pendidikan yang amat tinggi. Sejak dari menahan nafsu yang selalu bergejolak, membiasakan disiplin dalam taat beribadah dan bekerja, bahkan menumbuhkan rasa kebersamaan (ta’awun) dan persatuan.

Hal yang amat dijaga dan diarahkan kepada yang baik ketika sedang melakukan shaum adalah dorongan syahwat perut dan kemaluan. Dua hal yang sering menjerumuskan manusia. Karena itu makan minum dan melakukan hubungan antara suami istri pada siang hari di bulan Ramadhan bisa membatalkan puasa.

Syahwat perut dan kemaluan merupakan dua hawa nafsu yang paling kuat pada diri manusia. Jika ia dierturutkan, banyak menjerumuskan manusia ke dalam lembah nista. Tentunya korupsi, pungli, ketidakadilan, penyalah gunaan kekuasaan, pelanggaran terhadap hak asasi seseorang, sering terjadi karena syahwat perut dan kemaluan.

Dalam bulan Ramadhan ini umat islam dididik secara efektif untuk menjadi orang-orang yang bersih jiwanya sehingga melahirkan amal dan perbuatan terpuji. Puasa tidak sekedar aktifitas fisik, meninggalkan makan dan minum, dan hubungan suami istri, bukan sekedar kegiatan rutin setiap bulan Ramadhan. Lebih dari itu puasa adalah pengendalian diri dan penghambaan (Ubudiyah) mutlak kepada Allah dengan jalan taat sepenuhnya kepada sya’riat islam (peraturan hukum islam).

PUASA RAMADHAN DAN JIHAD
Banyak kaum muslimin yang kurang menyadari peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di bulan Ramadhan. Padahal menilik sejarah, bulan Ramadhan memiliki nilai sejarah dan perubahan yang besar dalam pasang surutnya dakwah islamiah.
Di antara peristiwa-peristiwa itu adalah turunnya Al Quran, terjadi Perang Badar, pembukaan kota Mekkah, terjadi sebagian rentetan Perang tabuk pada tahun kesembilan Hijriah, penyiaran agama islam di Yaman pada tahun kesepuluh Hijriah, peristiwa ‘ainu jalut dan pembukaan kota Andalus.
Perang Badar terjadi pada tanggal tujuh belas Ramadhan pada tahun kedua Hijriah selama tiga hari. Inilah perang besar pertama dan konfrontasi langsung dua seteru besar. Antara pembela panji-panji tauhid, Rasulullah dan kaum muslimin melawan pendukung kemusrikan dan kejahiliahan Quraisy. Sekitar tiga ratus pasukan mukminin dengan persenjataan lengkap dan logistic yang memadai. Inilah perang hidup atau mati yang mentukan nasib islam dan umat islam.
Sejarah mencatat, pasukan kecil kaum muslimin itu yang ditopang dengan iman yang kokoh, semnagat yang tinggi dan rasa tawakal yang penuh keberhasilan mengalahkan kafir Quraisy yang besar.

Firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah 249 :


Artinya : “Dan betapa banyak pasukan yang sedikit mengalahkan golongan yang banyak (besar) dengan izin Allah”.

Sedangkan peristiwa pembukaan kota Mekkah sepuluh ribu pasukan mukminin dipimpin langsung oleh Nabi menaklukan Mekkah tanpa perlawanan. Mekkah Quraisy di kala di kuasai Quraisy yang sebelumnya tampak seakan-akan kuat dan besar, hari itu ibarat bangunan tanpa penyaggah. Rapuh tanpa kekuatan. Sesungguhnya kemenangan atas Mekkah, puncak keberhasilan Nabi menggerogoti kekuatan kafir dari dalam. Selama ini sudah banyak sekutu-sekutu Quraisy di Jazarah Arab yang dikalahkan oleh Nabi SAW. ada yang melalui penaklukan dengan taktik serangan mendadak (mughattah) ada pula yang melalui perjanjian damai, hubungan dagang dan sebagainya. Hingga praktis basis-basis kekuatan Quraisy dikuasai oleh Nabi dan kaum mukminin.

Banyak peperangan menegakkan agama islam terjadi di bulan Ramadhan. Banyak pula mujahidin dalam keadaan berpuasa, ketika menghadapai musuh di medan perang, ada juga kemudian yang berbuka karena tak kuat. Di dalam keduanya terdapat kebaikan.
Muhammad bin Hanafiyah meriwayatkan : Aku melihat Abu Amr Al Anshari ketika terkena panah, beliau berkata kepada pelayannya. “Tutuplah aku denga perisai”, sambil mencabut panahnya dengan pelan sampai dia wafat sebelum matahari terbenam dan beliau waktu itu dalam keadaan shaum.

Pada hari kelima terakhir bulan Ramadhan tahun kedelapan Hijriah Khalid bin Walid menyerbu tempat peribadatan Tuhan ‘Uzza di sebuah kebun kurma, seraya berkata kepada Nabi:

Tilkal ‘uzzaa walaa tu’badu Abadan.
Artinya : “Itu Dia Tuhan Uzza dan tak akan pernah disembah selamanya.”

Dan pada tahun kesembilan Hijriah orang-orang Bani Tsaqif dari Thaif datang menemui Rasulullah hendak masuk islam, sekaligus pada tahun itu pula mereka menghancurkan patung Tuhan Lata yang sebelumnya mereka sembah.

Tidak lupa pula pada tahun 479 Hijriah tanggal 25 Ramadhan bertepatan Jumat terjadi peristiwa Zallaqah (ketika Sahl berada di suatu tempat dekat Portugis) atau yang disebut dengan hari Urubah dan Islam, pada waktu itu tentara islam di Andalusia di bawah komando Yusuf bin Tasyifiin menang atas tentara Faranjah yang jumlahnya mencapai 1000 tentara di bawah komando Faunus.

Pesistiwa ‘ainu Jalut (sebuah tempat terletak di antara Bisan dan Nabilus) terjadi pada Jumat pagi, tanggal 15 ramadhan, tahun 658 Hijriah bertepatan dengan tanggal 3 ailul (September) tahun 1260 Miladiyah di bawah pimpinan Sultan Quthr sebagai sultan raja-raja Mesir, setelah berteriak dengan lantang “WAISLAAMAH” dan menang atas Mongol yang mundur karena tidak dapat menguasai sehingga pada akhirnya Sultan Quthur dapat menyatukan Mesir dengan Syam.

Dan merupakan peristiwa penting juga ialah pembukaan kota Andaulus yang terjadi tanggal 28 Ramadhan tahun 92 Hijriah bertepatan dengan tanggal 19 Juli tahun 711 Miladiyah, di bawah komando Thariq bin Ziyad setelah ia dapat mengusir (mendudukan) Rudrik sebagai pucuk pimpinan tentara-tentara Quuth di Hasimah yang kemudian yang kemudian dikenal dengan peristiwa “Buhairah”. Setelah ia menguasa Jabal Thariq lalu ia bakar perahunya, seraya berkata di hadapan para tentaranya” “Lautan luas ada di belakang kalian dan musuh-musuh itu datang dari hadapan kalian.” Dan setelah beres ia juga membuka kota Qurnathah serta Thalithalah sebagai benteng pertahanan kota Andaluisa.

bersambung...

No comments:

Post a Comment