Berikut ini adalah terjemahkan riwayat
yang dibawakan oleh Imam Muslim tersebut. Ia berkata. Dari Abu Bakr bin Abi
Syaibah, dari ‘Ali bin Mus-hir dari asy-Syaibani, dari al-Walid bin al-’Aizar,
dari Sa’ad bin ‘Iyas Abu ‘Amr asy-Syaibani, dari Abdullah bin Mas’ud.
Dia berkata: “Aku bertanya
kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: Amal manakah yang lebih
utama?”. Beliau menjawab, “Sholat pada waktunya.” Dia
(Ibnu Mas’ud) berkata: Aku berkata:“Lalu apa?”. Beliau menjawab, “Berbakti
kepada kedua orang tua.” Dia [Ibnu Mas'ud] berkata: Aku berkata: “Lalu
apa?”. Beliau menjawab, “Berjihad di jalan Allah.” Tidaklah
aku tinggalkan pertanyaanku untuk meminta tambahan -keterangan- kecuali karena
aku kasihan kepada beliau.
SHALAT PADA WAKTUNYA
Hadist di atas menjelaskan bahwa ada
tiga amalan yang paling dicintai oleh Allah SWT satu di antaranya adalah
shalat pada waktunya. Sebagian ulama mengatakan bahwa yang dimaksud dengan
shalat pada waktunya adalah shalat di awal waktu. Ketika kita mendengar suara
adzan berkumandang, kita dengan bersegera melaksanakan shalat, lebih utama lagi
dilakukan secara berjamaah.
Setiap peralihan waktu shalat
sebenarnya menunjukkan perubahan tenaga alam. Hal ini dapat diukur dan diserap
melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam ini adalah sesuatu
yang tidak asing bagi mereka yang terlibat dalam bidang fotografi.
WAKTU SHUBUH
Waktu shubuh alam berada dalam spektrum
warna biru muda yang bersamaan dengan frekuensi tiroid yang mempengaruhi sistem
metabolisma tubuh. Jadi warna biru muda atau waktu subuh mempunyai rahasia
berkaitan dengan rezeki dan komunikasi. Mereka yang sering kali tertinggal
waktu shubuhnya ataupun terlewat secara berulang-ulang kali, lama kelamaan akan
menghadapi masalah komunikasi dan rezeki. Ini karena tenaga alam biru muda
tidak dapat diserap oleh tiroid. Penyerapan tenaga alam ini hanya dapat diserap
oleh tyroid pada saat keadaan roh dan jasad bersatu (keserentakan ruang dan
masa) atau dengan kata lain saat kita terjaga dari tidur. Di sini juga dapat
kita ungkap akan rahasia diperintahkan shalat di awal waktu. Di awali sejak
dikumandangkan adzan shubun. Pada waktu ini tenaga alam pada waktu itu berada
pada tahap optimum. Tenaga inilah yang akan diserap oleh tubuh melalui konsep
resonansi pada waktu ruku’ dan sujud. Jadi mereka yang terlewat shalat shubuh
maka ia tidal mendapat tenaga yang optimum lagi.
WAKTU ZHUHUR
Selesai waktu shubuh dengan warna biru
muda maka selanjutnya warna alam perlahan berubah menuju ke warna hijau
(isyraq & dhuha) dan kemudian ke warna kuning yang menandakan masuknya
waktu zhuhur. Spektrum warna pada waktu ini bersamaan dengan frekuensi perut
dan hati yang berkaitan dengan sistem pencernaan. Warna kuning ini mempunyai
rahasia yang berkaitan dengan keceriaan. Jadi mereka yang selalu ketinggalan
atau terlewat zhuhurnya berulang-ulang maka dalam hidupnya akan menghadapi
masalah di perut dan hilang sifat cerianya. Coba perhatikan orang yang tengah
sakit perut, sudah tentu tak ada keceriaan pada wajahnya.
WAKTU ‘ASHAR
Kemudian warna alam akan berubah kepada
warna orange, yaitu masuknya waktu ‘ashar yang pada saat ini spektrum
warna bersamaan dengan frekuensi prostat, uterus, ovari dan testis yang
merangkumi sistem reproduktif. Rahasia warna orange ialah kreativitas.
Orang yang kerap tertinggal ‘ashar akan hilang daya kreativitasnya dan lebih
malang lagi kalau di waktu ‘ashar ini jasad dan roh seseorang ini terpisah
(kondisi tidur). Dan jangan lupa, tenaga pada waktu ‘ashar ini amat diperlukan
oleh organ-organ reproduktif kita.
WAKTU MAGHRIB
Menjelang waktu maghrib, alam berubah
ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua
agar tidak berada di luar rumah. Ini karena spektrum warna pada waktu ini
menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis
pada waktu ini amat bertenaga karena mereka resonan dengan alam. Mereka yang
sedang dalam perjalanan sebaiknya berhenti dahulu pada waktu ini (shalat
maghrib terlebih dahulu) karena banyak interferens (gangguan) berlaku pada
waktu ini yang bisa jadi mengelabui mata kita. Rahasia waktu maghrib atau warna
merah ialah keyakinan, frekuensi otot, saraf dan tulang.
WAKTU ISYA’
Apabila masuk waktu isya’ maka alam
berubah ke warna indigo dan seterusnya memasuki fasa kegelapan. Waktu isya’ ini
menyimpan rahasia ketenteraman dan kedamaian dan frekuensinya bersamaan dengan
sistem kawalan otak. Mereka yang kerap ketinggalan shalat isya’nya akan selalu
berada dalam kegelisahan. Alam sekarang berada dalam kegelapan dan inilah waktu
tidur dalam Islam. Tidur pada waktu ini disebut tidur delta di mana keseluruhan
sistem tubuh berada dalam masa istirahat.
QIYAMULLAIL (BANGUN TENGAH MALAM)
Selepas tengah malam, alam mulai
bersinar kembali dengan warna putih, merah jambu dan seterusnya ungu di mana
hal ini bersamaan dengan frekuensi kelenjar pineal, pituitari, talamus dan
hipotalamus. Tubuh sepatutnya bangkit kembali pada waktu ini dan dalam Islam
waktu ini dipanggil untuk qiyamullail.
Demikianlah ringkas hubungan antara
waktu shlat dengan warna alam. Manusia sebaiknya sadar akan pentingnya tenaga
alam. Faktor-faktor inilah yang mendasar kegiatan meditasi seperti taichi,qi-gong dan
sebagainya. Kegiatan meditasi ini dilakukan untuk menyerap
tenaga-tenaga alam ke sistem tubuh. Kita sebagai umat Islam sepatutnya
bersyukur karena telah di’karuniakan’ syariat shalat oleh Allah s.w.t sehingga
jika laksanakan sesuai aturan maka secara tak sadar kita telah menyerap tenaga
alam ini. Ini mungkin belum pernah terfikir oleh kita sebelumnya.
Inilah
hakikat mengapa Allah swt yang memiliki sifat pengasih dan penyayang mewajibkan
shalat kepada kita sebagai hambaNYA. Sebagai Pencipta Allah swt mengetahui
bahwa hambaNYA amat sangat memerlukan-Nya. Alangkah ruginya jika kita tidak
mengambil perhatian dan tidak peduli dalam dalam menjaga shalat kita.
Diambil
dari berbagai sumber..

No comments:
Post a Comment