Friday, May 16, 2014

Pandangan Islam Tentang Pernikahan Beda Agama (2)

Al Qur’an berisi Wahyu Allah SWT.
Kita Islam Sepakat “Tidak Boleh dan tidak dibenarkan Mengurangi atau menambah apa yang terdapat didlam Kitab Suci Al Qur’an walaupun hanya satu huruf ”  pun Allah SWT tidak mungkin salah dalam mewhyukan Firman-firmanNYA Manusia Yang pasti salah dalam Perlakuannya.

Al Qur’an . Al Maa’idah Ayat 5
Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan[402] diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya,…”
Pertanyaannya Apakah Manusia lebih mengetahui dari pada Allah SWT…?
Atau Allah SWT Lebih mengetahui dari pada manusia…?

Al Qur’an . Al Maa’idah Ayat 5;… sangat jelas akan Kehalalannya Menikahi wanita Ahli Kitab
Apakah Ayat Surah Al Maa’adah ayat 5 ini akan dihapuskan oleh Manusia…dengan merubah Mengharamkan…??( maha suci Allah dengan segala Firmannya )
Ahli Kitab tidak lain dan tidak bukan yang mempelajari Kitab dalam hal ini adalah “Kitab Injil” yang Islam mengimani kepada kitab Injil yang dibawa oleh Nabi Isa As
Baik kita katakan “Injil yang sekarang” sudah tidak Asli

Namun mengapa Al Qur’an . Al Maa’idah Ayat 5; tetap mengatakan “Dihalalkan”
(sedangkan Al Qur’an adalah bersifat Universal / abadi sampai Akhir Zaman)
Pertanyaannya Apakah Manusia lebih mengetahui dari pada Allah SWT…?
Atau Allah SWT Lebih mengetahui dari pada manusia…?
HR (Ibn Ishaq mencatat hadits )
“Demi Allah Kamu tidak dapat menyandarkan apapun kepada sebagai beban saya. Aku hanya membolehkan apa yang Al-Qur’an bolehkan dan melarang hanya apa Al-Quran larang.”
Sedemikian KItab Injil di bengkokkan Namun “Injil yang sekarang” masih mengandung Agama Ajaran Samawi ( Tauhid) dengan bukti-bukti didalam “Kitab Injil yang sekarang” pun…

AJARAN TAUHID
“ulangan” pasal 4 ayat 35
“Tuhan itulah ALLAH” dan KECUALI TUHAN YANG ESA TIADALAH YANG LAIN LAGI”
“Markus” pasal 12 ayat 29
“Dengarlah olehmu HAI BANI ISRAEL ADAPUN “ALLAH TUHAN KITA” IALAH TUHAN YANG ESA”
PERNYATAAN UTUSAN ALLAH
“Yohanes” pasal 17 ayat 8.
“”Karena SEGALA FIRMAN yang telah ENGKAU FIRMANKAN KEPADAKU, itulah AKU SAMPAIKAN kepada mereka itu, dan mereka itu sudah menerima dia, dan mengetagui dengan sesungguhnya BAHWA AKU DATANG DARI PADAMU, dan bagi mereka itu percaya bahwa ENGKAU YANG MENYURUH AKU”
“Yohanes” pasal 12 ayat 45″Dan barang siapa yang melihat aku, dia melihat sama dia YANG MENGUTUS AKU”
DAN, Masih Banyak ayat-ayat yang mengandung Ajaran Samawi

AJARAN TAUROT
Injil “Ulangan” 5:7-2 ( 3 dari !0 Perintah Tuhan)
1). JANGAN ADA PADAMU TUHAN LAIN DI DIHADAPANKU
2). JANGAN MEMBUAT PATUNG YANG MENYERUPAI APAPUN YANG DILANGIT ATAS ATAU YANG ADA DIBUMI DI BAWAH, ATAU YANG ADA DI DALAM AIR DIBAWAH BUMI. JANGAN SUJUD MENYEMBAH KEPADANYA, ATAU BERIBADAH KEPADANYA.
3).JANGAN MENYEBUT NAMA TUHAN, ALLAHMU DENGAN SEMBARANGAN

Dari hal “Kitab Injil yang Sekarang” telah banyak ; Pendeta;Pastur;Uskup dan Biarawati yang mendalami Injilnya Menemukan Kebenaran Tuhan itu adalah ALLAH juga perbedaan-perbedaan / selisih antara ayat satu dengan ayat yang lainnya di dalam Injilnya dan dikaitkan dengan Al Qur’an Mereka Kemudian menemukan jalan kebenaran Al Qur’an yang kemudian Menjadi Mualaf (Akhirnya memeluk Agama Islam)- Bahkan Menjadi Penebar agama Islam didalam Lingkungan Nasrani,Katolik;Kristen
Laki-laki dalam Rumah tangga adalah Pemimpin dan akan dimintai tanggung jawabnya kelak atas Kepemimpinannya.
Seorang Muslim menikahi wanita Ahli Kitab ( Nasrani;Katolik;Kristen yang memegang Kitab Injil yang Sekarang) dapat memberi pengertian kepada wanita Istrinya, tentang Kitab yang dibawanya ( Agama yang dipeluknya/Nasrani;Kristen;Katolik) bahwa Kitabnya mengajarkan tentang Tuhan itu adalah ALLAH YANG ESA, dan Isa (Yesus bagi Mereka ) adalah Utusan Allah.
Maka baginya akan lebih mudah untuk membimbing pengetahuan Istrinya kedalam Agama Islam.
Al Qur’an . Al Maa’idah Ayat 5; sangat jelas kata-kata yang terdapat didalamnya
“DIHALALKAN MENGAWINI WANITA AHLI KITAB” Dalih Ahli Kitab yang sekarang tidak ada rasanya suatu dalih yang sulit diterima mengingat Al Qur’an . Al Maa’idah Ayat 5 sampai sekarang masih ada dan tidak berubah sejak mula adanya serta menyebutkan Ahli Kitab
( sedangkan kita sepakat Al Qur’an bersifat Universal / Abadi sampai Akhir Zaman).
Justru yang Kita kawatirkan adalah kata akhir dari Al Maa’idah Ayat 5
“….Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi.
HR (Ibn Ishaq mencatat hadits )
“Demi Allah Kamu tidak dapat menyandarkan apapun kepada sebagai beban saya. Aku hanya membolehkan apa yang Al-Qur’an bolehkan dan melarang hanya apa Al-Quran larang.”

PERTANYAAN BESAR
Menggunakan dasar Manakah Menyandarkan Ketetapan
Hukum Islam berdasar Al Qu’an Al Maa’idah Ayat 5
Hukum Buatan Manusia yang berlawanan dengan Al Qur’an Al Maa’idah Ayat 5
Sesungguhnya dapat dilihat adanya KEKELIRUAN Manusia dalam Menjalankan
Dan Allah Swt Maha Benar dalam segala FirmanNYA.
Al Qur’an Al Maa’idah Ayat 5.
HR
“Musrik itu bagaikan semut hitam diatas batu hitam di kegelapan malam”
Manusia akan sangat Rentan dan tidak menyadari akan prilakunya kearah Kemusrikan
dan itu tidak terkecuali beragama apapun Juga.
Demikian juga dengan Kafir
HR
Barang siapa dengan sengaja meninggalkan Sholat maka dia telah kafir.

No comments:

Post a Comment