Thursday, June 19, 2014

Dialog Rasulullah Dengan Iblis



Pada suatu hari, ketika Rasulullah hendak memasuki masjid, beliau melihat iblis berada dipintu masjid. Maka, Rasulullah menegurnya,
 “Wahai iblis, apa yang sedang kamu lakukan disini?”
Iblis menjawab, “Aku hendak masuk masjid dan merusak shalatnya orang itu. Tetapi, aku merasa takut terhadap orang yang sedang tidur di situ.” Kata iblis sambil menunjuk seseorang yang sedang tidur di masjid.
Rasulullah bertanya lagi, “Wahai iblis, mengapa engkau takut terhadap orang yang sedang tidur dan tidak kepada orang yang sedang shalat dan bermunajat kepada Allah?”
“Orang yang sedang shalat itu adalah orang yang bodoh, tidak tahu syarat hukumnya shalat, tuma’ninah, dan tidak bisa shalat dengan khusyu. Untuk merusak shalatnya, bagiku sangat mudah. Sedangkan orang yang sedang tidur itu adalah orang alim, maka jika aku merusak shalatnya orang bodoh itu, ia akan membangunkan orang yang sedang tidur itu dan kemudian mengajari dan membetulkan shalatnya orang yang bodoh tadi”. Jawab iblis yang licik itu.

Oleh karena itu Rasulullah pernah bersabda, “Tidurnya orang alim itu lebih baik daripada ibadahnya orang bodoh”.

Wahab bin Munabbih mengemukakan sebuah riwayat bahwa Allah telah memerintahkan iblis untuk datang kepada Rasulullah supaya berdialog dan menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh beliau. Maka, datanglah iblis ke hadapan beliau dengan menyerupai seorang manusia dan tangan kanannya memegang sebuah tongkat. Kemudian, terjadilah percakapan antara Rasulullah dan ibls tersebut. Beliau bertanya,
“Siapakah engkau?”
“Aku adalah iblis!” Jawabnya
“Untuk apa engkau datang kemari?” Tanya beliau lagi
“Aku diutus oleh Allah untuk menjawab seluruh pertanyaanmu!”
Mendengar perkataan iblis maka Rasulullah bersabda, “Wahai iblis, berapakah musuhmu dari umat Muhammad?”
“Musuhku yang dari umatmu adalah lima belas golongan yaitu:
-          Kamu, Muhammad, adalah musuhku yang paling besar
-          Imam yang adil
-          Orang yang kaya yang tawadhu (rendah hati)
-          Pedagang yang jujur
-          Orang alim yang shalat dengan khusyu
-          Orang mukmin yang memberi nasehat
-          Orang mukmin yang mempercepat tali persaudaraan
-          Orang yang bertaubat dan menetapi tobatnya itu
-          Orang yang berhati-hati menjauhi barang haram
-          Orang mukmin yag melanggengkan kesuciannya
-          Orang mukmin yang banyak bersedekah
-          Orang mukmin yang baik akhlaknya
-          Orang muknin yang hidupnya member kemanfaatan bagi orang lain
-          Orang yang hafal Al Qur’an dan melanggengkan hafalannya
-          Orang yang shalat malam di kala manusia sedang tidur

Kemudian bertanya lagi, “Siapa saja yang menjadi temanmu dari umatku ini?”
Jawab iblis, “Umatmu yang menjadi teman dan sahabatku ada sepuluh golongan, mereka adalah:
-          Hakim yang durhaka, tidak mau menegakkan keadilan yang sebenarnya dan penguasa            yang zalim
-          Orang yang kaya yang takabur
-          Pedagang yang khianat/curang
-          Peminum khamar dan penjudi
-          Tukang fitnah
-          Orang riya
-          Orang yang memakan harta anak yatim
-          Orang yang meremehkan shalat
-          Orang yang tidak mau mengeluarka zakat
-          Orang yang panjang angan-angan tetapi miskin harta
“Semua itu menjadi saudaraku”. Jawab iblis mengakhiri dialognya dengan Rasulullah saw.


Semoga kita semua berada dalam golongan musuh dari iblis, perbanyak amal baik, sedekah, dan jauhi golongan yang termasuk kedalam sahabat iblis..

No comments:

Post a Comment